Kilas

Kerja Sama "Sister City" Semarang dan Junggu untuk Benahi Simpang Lima

Kompas.com - 05/02/2018, 14:18 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan keinginannya membangun kawasan kota lama Semarang menjadi cagar budaya. Pembangunan kawasan itu tidak menghilangkan nilai sejarah.

Hal itu disampaikan Hendrar saat menerima kunjungan Wakil Wali Kota Junggu Kim Hwa Jin beserta rombongan. Kota Junggu adalah salah satu kota di Korea Selatan. Kedua kota itu menjalin kerja sama sister city.

“Karena, saya sangat tertarik untuk mengetahui bagaimana Junggu sebagai salah satu pusat modernitas di Korea Selatan dapat tetap mendorong bangunan cagar budaya sebagai salah satu daya tarik kota. Maka dari itu saya ingin mengetahui bagaimana semua dikembangkan, Saya melihat Junggu sukses dalam melakukan itu,” tanya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada rombongan Kota Junggu, Sabtu pekan lalu.

Wali Kota Semarang yang karib disapa Hendi itu melanjutkan salah satu bangunan yang ingin dikembangkan melalui kerja sama adalah gedung Oudetrap yang merupakan bangunan milik Pemerintah Kota Semarang. Bangunan ini baru saja dibeli dari sawsta pada tahun 2014 dengan harga sekitar Rp 8 miliar.

“Oudetrap merupakan bangunan milik Pemkot Semarang, kami ingin merenovasi gedung ini bersama Junggu agar kota lama menjadi lebih hidup dan menjadi salah satu destinasi wisata internasional” harap Hendi.

Tidak berhenti di sini saja, Hendi memperkenalkan kegiatan warga untuk malakukan aktivitas olah raga melalui car free day setiap Hari Minggu di Simpang Lima.

Sementara itu, Kim Hwa Jin tampak senang dengan car free day lantaran masyarakat diberikan fasilitas dan keleluasaan untuk melakukan aktivitas tanpa asap kendaraan bermotor. (Humas Pemkot Semarang)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau