Kilas

Ribuan Santriwati Berkerudung Merah Sambut Puti di Kediri

Kompas.com - 07/02/2018, 07:09 WIB

KEDIRI,  KOMPAS.com - Setelah mendapat pemantapan dari kalangan kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri.

Pasangan calon pemimpin Jawa Timur itu disambut ribuan santriwati berkerudung merah. Lagu “Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur” yang menjadi jingle kampanye Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno seketika berkumandang.

Puti Guntur Soekarno terkesiap karena melihat semua santriwati memakai kerudung merah, berpadu dengan baju putih, seperti yang biasa ia kenakan saat bersilaturahim dengan masyarakat Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, K.H. Huda Djazuli, menyambut keduanya dengan hangat. Hadir pula K.H. Zainuddin Djazuli yang juga pengasuh pondok pesantren tersebut. Selain itu, Ibu Nyai Badriyah hadir mendampingi isteri Gus Ipul, Ummu Fatima.

Baca:  Gus Ipul, Santri yang Ditugaskan Kiai Jadi Gubernur Jatim

Mantan Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo, dan Wakil Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, juga ikut dalam kunjungan itu.

Puti Guntur Soekarno mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri. Ia berkisah sejarah panjang kerja sama kaum nasionalis dengan para ulama di masa lalu.

“Dahulu, kakek Saya, Bung Karno, sering berkorespondensi dengan K.H, Hasyim As’yari, K.H. Wahab Chasbullah, dan K.H. Bisri Syansuri yang merupakan kakek Gus Ipul,” kata Puti.

Pada kesempatan itu, ia mengajak para santri dan santriwati untuk berkreasi dalam segala hal. “Santri jaman ‘now’, anak milenial, harus kreatif agar bisa membangun kehidupan baik,” ujarnya.

Jika terpilih, katanya, Gus Ipul menugasi dirinya untuk menangani sektor ekonomi kreatif. Termasuk, ia melanjutkan, menangani generasi muda, kesehatan, dan pendidikan.

“Kami akan memohon bimbingan para Kiai dan Bu Nyai agar kebijakan-kebijakan Kami dapat mengangkat kehidupan pondok pesantren,” kata Puti disambut tepuk-tangan riuh.

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno diusung sejumlah partai politik dalam pilkada Jawa Timur 2018.Dok. official Puti Soekarno Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno diusung sejumlah partai politik dalam pilkada Jawa Timur 2018.

Gus Ipul menambahkan, pondok pesantren telah mengajarkan banyak untuk menjadi manusia unggul. “Yakni, mempunyai kebahagiaan spiritual, kebahagiaan intelektual yang mampu menggunakan akal sehat, dan cinta tanah air,” katanya.

Ipul dan Puti berencana mengangkat Kiai Sepuh dan Ibu Nyai untuk menjadi penasihat pemerintahan.

K.H. Huda Djazuli meminta semua yang hadir untuk mendukung Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno. “Karena pencalonan keduanya merupakan keputusan ulama, dan direstui ulama,” kata ulama senior itu. (KONTRIBUTOR JAWA TIMUR/ ACHMAD FAIZAL)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau