Kilas

Nikmati Kemeriahan Imlek di Kota Semarang

Kompas.com - 08/02/2018, 07:06 WIB

KOMPAS.com - Jangan sia-siakan libur tahun baru Imlek 2569 jatuh pada Jumat (16/2/2018). Jika Anda belum punya rencana menikmati long weekend  bulan ini, ada baiknya intip agenda perayaan Imlek di Kota Semarang.

Pada tahun "Anjing Tanah" kali ini, perayaan Imlek di Kota Semarang akan terpusat di Kelenteng Tay Kak Sie, kawasan pecinan Wotgandul Timur, dan Kelenteng Sam Poo Kong.

Kelenteng Tay Kak Sie terletak di kawasan Jalan Gang Lombok, Kota Semarang. Kelenteng itu merupakan salah satu rumah ibadah tertua di Kota Semarang yang didirikan pada 1746.

Menjelang perayaan Imlek, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berkunjung ke sejumlah kawasan pecinan pada Rabu (7/2/2018). Ia memastikan seluruh rencana disiapkan dengan detail agar perayaan Imlek berlangsung aman, nyaman, dan meriah.

Penampilan liong dan barong dari Sasana Budaya Tionghoa Arya Dharma di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, saat prosesi arak-arakan Sam Poo, Minggu (31/7/2016). Penampilan liong dan barong dari Sasana Budaya Tionghoa Arya Dharma di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, saat prosesi arak-arakan Sam Poo, Minggu (31/7/2016).
Rencananya, Pasar Imlek Semawis akan digelar mulai 12 hingga 14 Februari mendatang di Jalan Wotgandul Timur. Masyarakat bisa menikmati kemeriahan Festival Lumpia, pengobatan gratis, hingga tradisi jamuan makan Tuk Panjang.

"Saat kegiatan Pasar Imlek Semawis berlangsung, sebagian ruas jalan akan ditutup. Maka dari itu, kami akan berkonsentrasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sana, agar kegiatan tersebut berlangsung lancar dan meriah seperti tahun-tahun lalu," ujarnya.

Berbagai kegiatan setiap tahunnya digelar di Kelenteng Tay Kak Sie untuk menyambut perayaan Imlek. Salah satunya yakni pembagian angpao serta bingkisan kepada masyarakat kurang mampu.

Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie menyiapkan 1.250 angpao serta bingkisan untuk dibagikan kepada warga kurang mampu saat perayaan Imlek tahun ini. Adapun puncak perayaan Imlek di Kelenteng Tay Kak Sie akan berlangsung pada 16 Februari 2018.

Percampuran budaya

Perayaan tahun baru Imlek merupakan momentum penting bagi warga Kota Semarang. Budaya Tionghoa telah lama menjadi bagian penting dari budaya Indonesia, khususnya Kota Semarang.

Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang, Jawa Tengah, yang mengambil rute Hotel Santika - Sam Poo Kong - Lawang Sewu - Toko Oen - Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7/2017). TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang, Jawa Tengah, yang mengambil rute Hotel Santika - Sam Poo Kong - Lawang Sewu - Toko Oen - Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7/2017).

"Masyarakat Tionghoa masuk ke Semarang kurang lebih 600 tahun yang lalu dari daerah pesisir di Mangkang. Maka dari itu, saat ini ada sebuah nama kecamatan di dekat sana yang namanya Kecamatan Ngaliyan, sebuah nama dari bahasa Jawa yang artinya pindahan," katanya.

Kota Semarang juga memiliki ikon berupa hewan mitologi yang disebut Warak. Ikon tersebut berkepala naga yang menandai adanya percampuran budaya Tionghoa dalam budaya Jawa di wilayah Semarang.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau