Kilas

Kenalkan... Ini Moralis dari Trenggalek!

Kompas.com - 20/02/2018, 19:53 WIB
Plt Bupati Trenggalek Muchammad Nur Arifin (kedua dari kanan) menyambut tim Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Kabupaten Trenggalek, Senin (19/2/2018) KOMPAS.com/ SLAMET WIDODOPlt Bupati Trenggalek Muchammad Nur Arifin (kedua dari kanan) menyambut tim Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Kabupaten Trenggalek, Senin (19/2/2018)

TRENGGALEK,  KOMPAS.com – Petani Trenggalek boleh merasa bangga karena bisa memproduksi sendiri pupuk organik. Kelompok Usaha Dagang (UD) Moralis memproduksi pupuk di Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Trenggalek, Jawa Timur.

Kabupaten Trenggalek Jawa Timur kini sudah bisa memproduksi pupuk organik, yang berada di desa Pogalan Kecamatan Pogalan.

Produksi pupuk berbahan dasar kotoran kambing etawa itu diberi merek dagang Moralis. Pupuk organik ini sudah digunakan oleh ribuan petani yang ada di wilayah kabupaten Trenggalek.

“Produk pupuk organik kami, yakni Moralis, sudah digunakan ribuan petani dan hasilnya juga sangat bagus,” tutur Ketua Kelompok Tani Moralis, Sudarmi, dalam siaran pers yang diterima KOMPAS.com, Selasa (20/2/2018).

Baca:  Potensi Lokal Trenggalek Ditawarkan ke Tingkat Nasional

Kehandalan pupuk Moralis ternyata menarik perhatian Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Tim KEIN pun datang ke Trenggalek untuk menyaksikan langsung produk produksi pupuk.

Plt. Bupati Trenggalek Muchamad Nur Arifin mengatakan, petani Trenggalek tak lagi kesulitan mendapatkan pupuk karena adanya Moralis. Selain itu, bibit tanaman yang berkualitas juga sudah bisa didapatkan di UD Moralis

“Seringkali petani kelimpungan mendapatkan pupuk karena langka. Setelah mencari solusi bagaimana cara untuk membuat pupuk sendiri dan bibit sendiri yang berkualitas, kini cita-cita para petani mulai terwujud,” kata Muchammad Nur Arifin.

Baca juga:  Alih Fungsi Lahan Pertanian untuk Dongkrak Ekonomi Trenggalek

Guna menjaga standar kualitas pupuk organik serta tata cara pengolahan, sejumlah perwakilan anggota pembuat pupuk organik Moralis mengikuti berbagai jenis pelatihan. Selain itu, mereka mengikuti pelatihan pengemasan dan pemasaran.

“Nah yang menjadi pemikiran bersama adalah bagaimana cara melakukan pemasaran yang baik, bahkan bisa diminati oleh petani luar daerah,” kata pejabat yang akrab disapa Gus Ipin ini.

Ia berharap swasembada pangan di Kabupaten Trenggalek segera terwujud dengan kemandirian petani memproduksi bibit unggul dan pupuk organik.

“Untuk pemasaran hasil panen tidak usah khawatir. Kami akan bicarakan bersama Bapak Bupati (Trenggalek) usai cuti,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan membuat regulasi baru mengenai RDTRK yang dituangkan dalam peraturan daerahKOMPAS.com/ SLAMET WIDODO Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan membuat regulasi baru mengenai RDTRK yang dituangkan dalam peraturan daerah

Sementara itu, kelompok tani berharap Pemerintah Trenggalek bersedia membantu dan selalu memperhatikan kebutuhan para petani. Dengan begitu, petani dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan, sejalan dengan perkembangan teknologi pertanian.

“Kami membutuhkan dukungan pemerintah untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan bertani dan bercocok tanam," kata Sudarmi.

Anggota KEIN Aries Muftie mengatakan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan para petani berupa usaha di bidang pertanian dan koperasi.

“Kami sudah sepakat yang kami jalankan selama ini yakni bersinergi dengan UKM dan koperasi,” ujarnya.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.