Advertorial

Kebiasaan yang Membuat Batik Cepat Rusak

Kompas.com - 22/02/2018, 10:37 WIB

Sungguh menjengkelkan rasanya ketika mendapati batik yang tersimpan di lemari ternyata rusak. Entah warnanya pudar, bahan menipis, atau bahkan sobek.

Padahal, tentu saja setiap orang ingin kualitas batik yang dimiliki selalu prima dan tahan lama. Sebab, batik umumnya digunakan di acara-acara spesial, atau setidaknya resmi, sehingga harus tampak apik dan rapi.

Namun kemungkinan batik menjadi rusak adalah hal yang lumrah. Terlebih jika sang pemilik kurang mampu merawatnya dengan baik. Jika batik yang Anda miliki sering rusak, mungkin itu terjadi karena Anda sering melakukan kebiasaan ini:

1. “Ritual” semprot parfum pada batik

Sebelum berangkat ke kondangan selalu ada ritual yang tak boleh terlupakan, yaitu semprot parfum ke beberapa bagian pakaian. Tujuannya tentu supaya wangi sepanjang acara. Anda juga melakukan ini saat mengenakan batik, bukan?

Kebiasaan menyemprotkan parfum ke pakaian batik mungkin menghadirkan aroma yang segar bagi Anda. Namun sayangnya, nasib si batik menjadi malang. Pasalnya, kandungan bahan kimia pada parfum dapat merusak motif dan warna asli batik.

Solusinya, semprotkan parfum ke bagian tubuh atau pakaian bagian dalam. Intinya, hindari kebiasaan menyemprotkan pengharum tubuh langsung ke pakaian atau kain batik yang dikenakan.

2. Melipat merusak serat

Jika cara Anda menyimpan batik di lemari adalah dengan melipatnya, maka kurangi kebiasaan itu. Teknik penyimpanan ini akan menciptakan garis pada serat batik, sehingga lebih cepat patah dan kain bisa sobek. Jadi lebih baik pakaian batik disimpan dengan cara digantung.

3. Mencucinya dengan mesin

Mencuci dan mengeringkan pakaian batik dengan mesin memang praktis dan cepat. Namun jika ini terlalu sering dilakukan bisa merusak serat-serat batik. Sebaiknya batik dicuci menggunakan tangan dengan gerakan yang lembut. Atau, jika batik yang habis Anda gunakan rasanya tidak terlalu kotor, cukup rendam batik tersebut dengan air hangat selama 20-30 menit.

4. Menjemur batik di bawah sinar matahari langsung

Cara terbaik untuk mengeringkan batik yang telah dicuci adalah dengan menjemurnya di tempat teduh dan biarkan ia mengering karena angin. Sinar matahari langsung justru dapat mengubah warna dan tekstur kain batik. Jika hal ini terjadi secara berkala, dikhawatirkan warna batik Anda akan memudar.

Jika batik di rumah Anda sudah terlanjur rusak karena kebiasaan-kebiasaan di atas, apa boleh buat. Mungkin ini saatnya memperbarui koleksi batik yang sudah usang dengan memilih model kemeja batik pria atau batik wanita terkini di Tokopedia.

Kumpulan toko online terbaik di Tokopedia menyuguhkan berbagai jenis, corak, model batik yang apik dari berbagai rentang harga. Sebagai informasi, situs belanja online ini juga jual kaos polos untuk melengkapi style fashion Anda.

Setelah membeli batik baru, jangan lupa mengubah kebiasaan lama dan mulai merawat batik dengan cara baru yang lebih tepat. Miliki koleksi batik yang awet, semua dimulai dari Tokopedia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau