kabar ketenagakerjaan

Di Forum OKI, Menteri Hanif Ajak Negara Islam Antisipasi Dampak Ekonomi Digital

Kompas.com - 25/02/2018, 17:24 WIB

JEDDAH - Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri mengajak kepada seluruh negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mengantisipasi kondisi global ketenagakerjaan, khususnya dampak ketenagakerjaan di era ekonomi digital.

 Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada pertemuan tingkat Menteri Ketenagakerjaan ke -4 OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis 22 Februari 2018.

 “Sudah saatnya seluruh Menteri Ketenagakerjaan OKI, memberi perhatian serius pada kondisi global ketenagakerjaan saat ini. Misalnya adanya kebutuhan keterampilan-keterampilan baru serta peralihan jenis pekerjaan (job shifting) sebagai dampak dari digitalisasi dan e-commerce,” kata Menteri Hanif.

 Teknologi digital telah melahirkan banyak jenis pekerjaan baru. Namun pada saat yang sama,  banyak jenis pekerjaan yang hilang sebagai dampak digitalisasi dan otomatisasi teknologi.

 Untuk itu, harus ada upaya serius untuk mengantisipasinya. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif mencontohkan apa yang sudah dilakukan Indonesia untuk mengantisipasi hal tersebut, diantaranya dengan menggalakkan pelatihan vokasi dan pemagangan, baik kepada angkatan kerja baru maupun kepada  pekerja yang terkena pemutusan hubngan kerja.

 Indonesia akan konsisten mengawal usulan tersebut pada forum OKI selanjutnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau