Advertorial

Mau Liburan dengan Kereta Api? Perhatikan Dulu Tiga Hal ini

Kompas.com - 26/02/2018, 13:56 WIB

Kereta api, khususnya di Pulau Jawa, sampai saat ini masih menjadi moda transportasi populer untuk digunakan untuk bepergian jauh khususnya ketika berlibur. Tidak heran, dengan menggunakan jalur khusus berbentuk rel kereta api bisa dibilang terbebas dari yang namanya macet.

Tidak hanya itu, jadwal keberangkatan dan kedatangannya pun terbilang on-time. Sebagai pengguna jasa kereta api, yang perlu Anda lakukan hanya membeli tiket, datang tepat waktu sebelum jadwal keberangkatan, kemudian menikmati perjalanan dengan santai.

Memang dari segi waktu kereta api kalah cepat dengan pesawat. Namun selain harganya yang lebih murah dan rute tujuan yang lebih banyak, bepergian menggunakan kereta api memberikan pengalaman tersendiri. Benar, pemandangan yang terhampar sepanjang perjalanan merupakan sebuah pengalaman yang tidak bisa dirasakan apabila menggunakan pesawat udara.

Meskipun begitu, sebagai moda transportasi ini masih memiliki keterbatasan. Yang paling dirasakan adalah jumlah dan kapasitas angkutnya. Terlebih ketika masa-masa liburan panjang atau yang lebih dikenal dengan istilah high season. Akan susah sekali untuk mendapatkan tiket pada masa-masa ini.

Karena itu, untuk Anda yang ingin merencanakan liburan menggunakan kereta api, setidaknya perhatikan hal-hal ini:

Pertama adalah sebisa mungkin hindari masa-masa masa liburan panjang, apalagi ketika mudik lebaran dan tahun baru. Pada masa ini selain harga tiketnya cenderung lebih mahal, ketersediaan selalu menjadi masalah utama. Nah, caranya bisa dilakukan dengan mengatur jadwal liburan Anda agar tidak mengikuti jadwal libur orang kebanyakan.

Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, cara lainnya adalah dengan menggeser waktu keberangkatan dan kepulangan. Bisa dengan mulai berangkat beberapa hari lebih dulu dan pulang lebih dulu, berangkat lebih lama dan pulang lebih lama, atau bisa juga dengan berangkat lebih dulu dan pulang lebih lama.

Memang mau tidak mau Anda harus menggunakan jatah cuti atau harus izin dari baik dari kantor ataupun sekolah. Namun dengan begini Anda lebih bisa menikmati waktu liburan.

Selain itu, biasanya kalau Anda bepergian pada saat low season dengan menggunakan moda transportasi kereta api, Anda bisa mendapatkan berbagai potongan harga bahkan sampai cashback. Caranya bisa dengan membeli tiketnya di berbagai travel fair atau bisa juga dari situs beli kereta api Indonesia.

Namun apabila Anda tidak memiliki fleksibilitas untuk mengatur waktu liburan Anda, mau tidak mau Anda harus berebut memesan tiket dari awal tiket tersebut sudah dijual. Memang saat ini tiket kereta api sudah bisa didapatkan di situs jual beli online, tetapi biasanya tiket tersebut baru bisa didapatkan dimulai dari sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan.

Untuk itu, Anda harus siap siaga untuk segera melakukan pembelian sesaat setelah tiket tersebut sudah dapat dibeli. Hati-hati, pada momen lebaran biasanya tiket sudah langsung habis dalam sekejap.

Terakhir, Anda juga jangan sampai lupa untuk membeli tiket berbagai atraksi hiburan di tempat yang menjadi tujuan liburan Anda terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan kalau Anda baru mencari tiket ketika sampai di sana, tidak menutup kemungkinan Anda akan kehabisan tiket dan harganya pun cenderung lebih mahal. Tiket tersebut juga bisa didapatkan di situs jual beli online yang jual tiket promo atraksi hiburan.

Selamat berlibur!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau