kabar ketenagakerjaan

Ahmad Heryawan Resmi Buka Liga Pekerja Indonesia Zona Jawa Barat

Kompas.com - 06/03/2018, 14:41 WIB

Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) zona Jawa Barat resmi dibuka. Tendangan pertama oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) di GOR Arcamanik, Bandung, Jawa Barat menandai pembukaan liga sepak bola pekerja yang diikuti oleh sebanyak 11 perusahaan tersebut. Aher dalam sambutannya menyambut baik perhelatan Lipesia karena dinilai merupakan sarana kompetisi untuk menyehatkan pekerja sekaligus hiburan bagi mereka.

Menurut Gubernur Aher, jika tubuh karyawan tidak bugar maka konsentrasi akan mudah hilang. Ia ingin agar setiap pekerja berolahraga secara teratur agar tidak mudah mengantuk sehingga produktivitas tetap terjaga dan meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan dalam bekerja.

Sebanyak 11 perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi Lipesia Zona Jabar ini adalah Bank BJB, Bank BNI Bandung, PT Fengtay, PT Kereta Api Indonesia, PT Pindad, SPN Kota Bandung, PT Kahatex, PT Kino, PT Changsin, JNE Bandung, dan PT Toyota Manufacturing Indonesia.

Haiyani Rumondang selaku Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) turut menyerahkan cendera mata berupa bola dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri untuk simbolis dibukanya Lipesia Zona Jawa Barat. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Aher dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jawa Barat Ferry Sofyan.

Usai kompetisi dibuka, acara dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan pegawai Bank BJB melawan pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah rangkaian seremonial pembukaan Lipesia Zona Jabar, Dirjen Haiyani Rumondang mengatakan kepada pers bahwa diadakannya Lipesia adalah bagian dari peningkatan produktivitas pekerja dan perusahaan, serta sebagai sarana peningkatan hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.

Menurut Dirjen Haiyani, Lipesia dapat menciptakan hubungan yang realistis, lebih manusiawi, terintegrasi, kekeluargaan, dan sportif, khususnya bagi mayoritas pekerja penggemar olahraga sepak bola. Lipesia sendiri diadakan untuk menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) 2018.

Melalui Lipesia pekerja tidak hanya melakukan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya saat May Day, tetapi juga melakukan aksi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dilakukan dengan hati gembira. Haiyani juga berharap dengan melakukan kegiatan positif saat May Day seperti Lipesia, para pekerja, pengusaha, dan pemerintah dapat menikmati suasana Hari Buruh dengan bahagia, damai, serta positif.

Lipesia menurut Haiyani juga merupakan momentum kebangkitan sepak bola pekerja atau buruh yang vakum sekian lama. Kompetisi sepak bola ini juga akan mampu memberikan harapan bagi para atlet sepak bola untuk tetap berkarier dan berkarya dalam industri sepak bola Indonesia.

Haiyani juga menegaskan bahwa Lipesia tidak akan membebani perusahaan, tetapi malah sebaliknya karena kompetisi sepak bola tersebut adalah bagian untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan perusahaan yang dihasilkan dari kondusif serta produktifnya hubungan industri.

“Lipesia ini juga jadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan industrial lebih produktif dan kondusif perusahaan,” lanjut Dirjen Haiyani.

Urutan diadakannya Lipesia sendiri dimulai dari Zona Jawa Timur yang diadakan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo akhir Desember lalu. Lipesia kemudian secara berturut-turut dihelat di Provinsi Kepulauan Riau, Babel, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Papua Barat, Sulawesi Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimatan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatra Barat, dan Kalimantan Barat.

Usai Lipesia Zona Jawa Barat dihelat, selanjutnya akan dilaksanakan Lipesia Zona Sumatra Selatan, Lampung, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Biro Humas Kemenaker

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau