kabar mpr

Guru Punya Peran Penting untuk Meningkatkan Nilai Nasionalisme

Kompas.com - 08/03/2018, 16:26 WIB

Kesadaran berbangsa dan bernegara yang semakin melemah, politik aliran yang semakin kuat, dan nasionalisme yang mulai meluntur menjadi alasan mengapa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI harus terus dijalankan. Ketiga poin itu menurut Ali Taher, selaku anggota MPR RI menjadi inti pesan dari kegiatan sosialisasi yang terus dijalankan ini.

“Ada empat faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial bangsa Indonesia dan kita memerlukan solusi bersama untuk memecahkannya. Keempatnya merupakan persoalan yang sangat relevan dan semakin hari semakin menggerus nilai-nilai luhur yang kita punya,” kata Ali Taher.

Hal tersebut ia sampaikan ketika memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar RI di hadapan ribuan pelajar di Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu, (7/3/2018) lalu.

Menurutnya, faktor pertama yang berpengaruh adalah aliran kelompok suku, agama itu menguat. Pandangan internal masing-masing agama mengalami distorsi secara sosiologis.

Padahal kerukunan umat beragama ini dimulai dari internal agama itu sendiri, kemudian dengan antar umat beragama yang berbeda, dan dengan antar agama dengan pemerintah. Oleh sebab itu, kita perlu melihat agama dari substansinya, bukan hanya secara simbolik saja.

Faktor kedua yang juga berpengaruh adalah fanatisme kedaerahan yang berlebihan. Persaingan yang muncul antara putra daerah dengan luar daerah seharusnya tidak boleh terjadi karena bertentangan dengan nilai nasionalisme. Bila hal tersebut terus berlangsung, maka persatuan dalam keragaman yang selama ini telah dibangun akan hilang perlahan-lahan.

Di faktor selanjutnya, Ali melihat bahwa penegakan hukum di mata masyarakat mengalami krisis kepercayaan. Prinsip hukum yang menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran dijalani dengan cara pandang yang berbeda oleh para penegak hukum. Secara praktik dan idealnya tidak berjalan sesuai sehingga tidak heran apabila permainan pasal-pasal di praperadilan misalnya menjadi hal yang akhir-akhir ini kita lihat.

Terakhir, perihal kesenjangan sosial antara kaum mampu dan tidak mampu makin menajam. Mengenai hal ini, Ali mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur yang selama ini dilaksanakan seharusnya juga seimbang dengan pemenuhan kesejahteraan masyarakat.

“Saya pikir untuk meningkatkan kembali nasionalisme dan merawat nilai luhur, kita perlu menggenjot aspek pendidikan secara formal. Namun demikian, kita perlu memikirkan pula kualitas dari SDM yang mengajar, jadi bukan hanya kuantitas semata. Kita membutuhkan para guru yang sadar akan nilai agama, penitngnya budaya dan kebangsaan,” kata Ali.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau