kabar mpr

Motivasi Mahasiswa, Zulkifli Hasan Cerita Masa Kuliah Sambil Dagang

Kompas.com - 10/03/2018, 17:21 WIB

Akhir pekan digunakan Zulkifli Hasan untuk bertemu anak anak muda di Makassar. Dalam rangka roadshow gerakan Kami Indonesia, pria yang akrab disapa Zulhasan ini bertemu anak anak muda di Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar, Sabtu (10/3)

Di hadapan ribuan mahasiswa, Zulhasan mengajak mereka bersyukur karena bisa kuliah di 2 kampus terbaik di Sulawesi Selatan

"Berapa banyak teman teman kita yang tidak bisa kuliah karena alasan biaya. Atau teman teman kita yang putus kuliah karena tak sanggup lagi bayar semester,"

Ia ceritakan masa masa sulitnya untuk kuliah selama 11 tahun sambil berdagang. "Saya anak rantau dari Lampung datang ke Jakarta tak punya saudara bawa bekal seadanya. Modalnya pesan ibu, jangan menyerah,"

Untuk menyambung hidup, Zulhasan berdagang warehouse alat alat kebutuhan rumah tangga dari satu rumah ke rumah lain. Akhirnya nasib pertemukannya dipercaya pemodal

"Percaya ngga percaya di usia 20 tahun saya sudah bisa beli mobil dengan penghasilan bulanan 500 juta kalau sekarang. Itu tahun 1985 lho," ungkapnya

Satu hal yang diyakini Zulhasan sejak merantau ke Jakarta sampai sukses dalam bisnis adalah prinsip Hasil tak akan khianati usaha dan kerja keras

"Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Setiap perjuangan pasti buahnya keberhasilan. Hukum Tuhan itu bekerja bagi hambanya yang berusaha dan berdoa,"

"Kalau saya yang kuliah pas pasan saja bisa jadi Anggota DPR, Menteri Kehutanan dan Ketua MPR maka yakinlah alumni Unhas dan UNM bisa lebih baik," tutupnya

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau