Kilas

Hendrar Prihadi Buka Rangkaian Acara HUT ke-471 Kota Semarang

Kompas.com - 26/03/2018, 11:05 WIB

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membuka rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-471 Kota Semarang. Kegiatan itu diawali dengan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) dan jalan sehat yang digelar di depan Balai Kota di Jalan Pemuda, Sabtu (24/3/2018)

Pembukaan HUT Kota  yang diikuti sebanyak 6.000 peserta berlangsung meriah. Peserta yang terdiri dari pegawai Pemerintah Kota Semarang, guru dan pelajar, hingga masyarakat umum itu terlihat antusias mengikuti senam SKJ dan jalan sehat.

Hendrar mengatakan, peringatan hari jadi Kota Semarang menjadi sarana introspeksi dan evaluasi. Selama setahun terakhir, Kota Semarang dinilai mengalami kemajuan.

‘’Kalau kita lihat di lapangan, menurut saya, kita harus semakin optimistis. Kekompakan, persatuan, dan geguyuban selama ini ternyata membuahkan hasil yang positif buat tren perkembangan kemajuan Kota Semarang, baik secara fisik maupun non fisik,’’ katanya.

(Baca: Pembukaan HUT ke-471 Kota Semarang Jalan Pemudia Ditutup)

Kemajuan fisik dapat dilihat dari jalan-jalan di Kota Semarang yang semakin bagus. Kalaupun ada yang masih kurang bagus, proses perbaikan terus dilakukan. Di samping itu, pembangunan infrastruktur seperti bandara, jalan tol, underpass juga mulai terealisasi dengan bantuan pemerintah pusat.

Pembangunan non-fisik berupa pemberdayaan manusia juga mengalami kemajuan. Keguyuban dan kekompakan telah membuahkan hasil berupa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang yang meningkat.

Kini, IPM Kota Semarang merupakan yang tertinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah. Bahkan, lebih tinggi dari beberapa kota besar lainnya yang ada di Indonesia seperti Bandung dan Surabaya.

"Padahal dulunya di Jawa Tengah saja kita selalu kalah dari Salatiga dan Solo. Bahkan, orang ngomong Ibu Kotanya Jawa Tengah itu ya Solo, tapi alhamdulillah mulai 2016 IPM Kota Semarang sudah menjadi yang terbaik di Jawa Tengah," katanya.

(Baca juga: Kota Semarang Capai Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi)

Ia menegaskan, prestasi tersebut memang bukan suatu hal yang harus dibangga-banggakan. Namun, capaian-capaian itu menjadi indikator-indikator positif dari pekerjaan yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat selama ini. Dengan begitu, Pemerintah Kota Semarang makin termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Hendrar mengaku pernah ditanya dalam sebuah forum resmi oleh para akademisi soal apa yang membuat Semarang bisa melakukan kinerja yang signifikan.

"Jawabannya karena kita bergerak bersama.  Kalau pemerintah saja perkembanggannya tidak akan sekencang ini, tapi karena pengusahanya bergerak, teman-teman media terus mem-blow up hal positif, dan didukung oleh masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarkat, serta akademisi maka hasilnya optimal,’’ katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membuka rangkaian acara HUT ke-471 Kota Semarang, Sabtu (24/3/2018)Dok. Humas Pemkot Semarang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membuka rangkaian acara HUT ke-471 Kota Semarang, Sabtu (24/3/2018)

Warga Kota pun mendukung program pemerintah. Mereka secara ikhlas terlibat dalam kerja bakti di lingkungan tempat tinggalnya, menyediakan makanan untuk warga yang ikut kerja bakti, dan taat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

‘’Kalau warganya enggak bangga dengan kota ini, pasti indikator pendapatan PBB itu turun. Tapi nyatanya sekarang ini naik terus, karena kesadarannya, kebanggannya terhadap kota ini semakin baik,’’ ujarnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau