kabar ketenagakerjaan

Menaker : Magang itu Keren, Bukan Second Class

Kompas.com - 29/03/2018, 19:03 WIB

Karawang -- Program pemagangan kerja menjadi salah satu skema yang dilakukan pemerintah sebagai upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja. Pemagangan menjadi jalan cepat menciptakan tenaga kerja terampil.

Oleh karena itu, pemerintah besama dengan Komite Vokasi dan kalangan industri terus memperbaiki sistem pemagangan. Dengan demikian, pemagangan benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang terampil, dan mendapatkan pekerjaan layak.

"Jadi, kepada anak muda kita bisa bilang, magang itu keren! Bukan lagi menjadi second class. Tapi sama dengan sekolah dan kuliah,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri saat menghadiri Rapat Koordinasi Komite Vokasi Nasional dan Komite Vokasi Daerah Program Pelatihan Vokasi di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, Kamis (29/3).

Oleh karenanya, Menaker menegaskan agar pemagangan benar-benar membuat role model (contoh) yang bagus dalam pemagangan, baik secara kualitas maupun jumlah yang signifikan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Program pemagangan yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri, didesain secara serius untuk menghasilkan pekerja terampil. Peseta magang berdasarkan jabatan tertentu, untuk mendapatkan keahlian tertentu dengan pendampingan mentor yang telah disediakan perusahaan.  Pemagangan diakhuri dengan uji  kompetensi. Selama magang, peserta juga akan mendapatkan upah.

Diantara praktik baik pemagangan adalah yang dilakukan PT Toyota Motor Indonesia. Si perusahaan yang berbasis di Karawang ini, sejak dicanangkan program pemagangan nasional tahun akhir tahn 2016, telah menyelenggarakan empat angkatan.  Lama magang selama enam bulan. Sebagian pesertanya diterima kerja di perusahaan tersebut.

“Alhamdulillah saya diterima kerja di Toyota,” kata Abdul Kholiq asal Karawang yang bekerja pada bagian pengelasan. Ia sudah dua bulan bekerja untuk masa kontrak dua tahun.

Pengakuan serupa disampaikan Tajudin yang bekerja pada bagian pengecatan. “Setelah magang enam bulan, ikut uji kompetensi, kini saya bekerja di sini,” ujarnya.

Apa yang dilakukan Toyota, adalah contoh dari keberhasilan program pemagangan nasional. Menaker berharap, cobtoh baik tersebut ditiru oleh perusahaan lain.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau