Kilas

Ini Pentingnya Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan

Kompas.com - 10/04/2018, 14:44 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian memfokuskan kegiatan pada pengentasan kemiskinan, penanganan daerah rentan rawan pangan dan penanganan permasalahan gizi (stunting) di perdesaan, dengan melibatkan masyarakat/kelompok dalam program padat karya. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI.

"Kawasan Mandiri Pangan ini ibarat obat mujarab pada hal-hal yang kita hadapi saat ini. Salah satunya, permasalahan kemiskinan” kata Kepala BKP Agung Hendriadi,  belum lama ini di Jakarta.

Menurut Agung, kegiatan KMP pada 17 provinsi dan 20 kabupaten sangat penting. Alasannya, kegiatan dilaksanakan di wilayah masyarakat miskin, rentan rawan pangan, dan termasuk dalam wilayah program nasional penanganan stunting (100 kabupaten, 1000 desa). "KMP ini juga bertujuan untuk kegiatan padat karya, sehingga sangat berarti kontribusinya pada wilayah tersebut," jelasnya.

Melalui KMP, masyarakat yang tergabung dalam kelompok afinitas (kesesuai minat dan usaha) di lokasi kegiatan  diberdayakan dan diberikan bantuan sebagai stimulan. Mereka dibimbing  membuat dan mengembangkan usaha pertanian sesuai potensinya.

Melalui pembinaan intensif,  diharapkan akan tumbuh kemampuan dan kemandirian masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Lokasi KMP yang dipilih adalah sebagai percontohan/trigger. "Apabila berhasil, akan ditularkan ke wilayah lain, karena itu keberhasilan kegiatan perlu dibuat succes story, sehingga dapat diketahui dan diaplikasikan pada daerah lain," kata Agung.

Untuk itu, Agung  mengajak para penanggung jawab kegiatan melakukan pembinaan dan monitoring intensif ke lapangan, agar hasilnya benar-benar bisa dirasakan.

“Marilah kita jadikan tahun 2018 sebagai tahun kebangkitan KMP” tegas Agung.

Menurut Agung, keberhasilan KMP tidak lepas dari dukungan semua pihak baik pusat, daerah dan sektor terkait lainnya, sehingga koordinasi dan sinergi serta kerja keras semua pihak merupakan hal penting yang perlu dilakukan.


Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau