kabar mpr

Ditanya Poros Ketiga, Zulhasan : Kalau Saya Koalisi Nasional

Kompas.com - 11/04/2018, 19:27 WIB

Ketua MPR Zulkifli Hasan kembali menyampaikan gagasan mengenai koalisi nasional. Menurut Zulkifli Hasan, koalisi nasional ini adalah koalisi yang rasional, berkualitas, mempersatukan, dan menjahit kembali merah putih.

Hal ini disampaikan Zulkfili Hasan ketika ditanya soal Poros ketiga, dalam diskusi dengan wartawan parlemen di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/4)

“Yang saya gagas adalah Koalisi Nasional- Kita tidak ingin bangsa ini dipecah-pecah. Kita tidak ingin ada kelompok pro dan kelompok anti. Kita tidak mau seperti itu," kata Pria asal Lampung Sumatera ini

Zulhasan, sapaan Zulkifli Hasan, mengungkapkan koalisi nasional yang digagas itu bukanlah koalisi yang akan memecah belah anak bangsa. Fenomena perpecahan itu seperti terlihat dalam diskusi (talk show) di televisi. “Yang ini kawan, yang di sana lawan. Sudah menyeramkan kita melihatnya. Kita tidak seperti itu,” ujarnya prihatin.

Menurut Zulhasan, Pilkada (pemilihan bupati atau gubernur), pemilihan presiden (Pilpres) adalah sebuah kontestasi dalam era demokrasi.

"Jadi kontestasi itu adalah hal yang biasa. Jadi bukan seperti menghadapi musuh. Bukan seperti menghadapi Belanda. Kontestasi ini adalah kontestasi antar kawan, antar anak negeri,” kata Zulhasan.

Karena itu, lanjut Zulhasan, pilihan dalam Pilkada atau Pilpres boleh beda-beda. Tapi, Pilkada dan Pilpres harus dimaknai sebagai kontestasi untuk berbuat yang terbaik untuk NKRI dan memperat persatuan. Dalam kontestasi itu saling menghormati, menghargai dan beradu program.

“Rakyat mendapat pemimpin yang amanah. Program-program dan konsepnya bagus. Kita berharap dalam kontestasi itu masing-masing saling menghormati, menghargai, dan beradu program,” ucapnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau