Kilas

Warga Kota Semarang Ikut Pelatihan Kegawatdaruratan

Kompas.com - 18/04/2018, 17:42 WIB


KOMPAS.com - RSUD KRMT Wongsonegoro bersama Paguyuban Rumah Sakit se-Kota Semarang menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di gedung Balai Kota Semarang, Rabu (18/4/2018).

Selama ini, tidak banyak masyarakat Indonesia yang tahu apa tindakan yang bisa membantu korban dalam situasi gawat darurat. 

Berdasarkan data BPS Kota Semarang per 2016, angka kematian di Kota Semarang mencapai 11,165 juta jiwa yang sebagian besar terjadi dikarenakan keterlambatan dalam penanganan terhadap korban.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi, mengatakan musibah seperti kebakaran, kecelakaan bisa terjadi di mana saja.

Peristiwa-peristiwa itu berpotensi mengancam keselamatan seseorang, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Saat menghadapi situasi itu, tak jarang korban mengalami gagal nafas atau henti jantung. Bila tak dilakukan tindakan medis, keselamatan korban tentu terancam.

(Baca: Kapasitas RSUD Wongsonegoro Semarang Terus Meningkat)

"Pada saat dihadapkan dalam posisi seperti itu, tentu akan merasa bersalah ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunggu petugas kesehatan datang. Maka dari itulah,  sangat penting kita mengenal lebih dalam yang namanya Bantuan Hidup Dasar, serta belajar bagaimana memberikannya kepada orang yang membutuhkan,” ujarnya.

Meski bukan bagian dari tenaga kesehatan, masyarakat umum perlu mengenal bagaimana cara memberikan Bantuan Hidup Dasar.

Pertolongan dasar ini akan sangat bermanfaat dalam rangka memberikan peluang kehidupan, sebelum seseorang mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari tenaga medis.

Materi pelatihan disampaikan oleh instruktur yang telah berpengalaman di bidangnya, seperti dokter atau tenaga kesehatan dari rumah sakit yang terlibat.

Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati, berharap para peserta dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, dengan memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan.

Dengan begitu, masyarakat umum bisa terlibat aktif mewujudkan Semarang sebagai Kota Sehat.

(Baca: Wali Kota Semarang Kampanyekan Gemar Makan Ikan)

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-471 Kota Semarang itu diikuti oleh sebanyak 1.700 peserta dari PKK, Karang taruna, Forum RT RW se-Kota Semarang, Forum LPMK, perwakilan OPD, serta tokoh masyarakat dan dilaksanakan serentak di 16 kecamatan di Kota Semarang.

Dalam pelatihan ini, RSUD KRMT Wongsonegoro bekerja sama dengan RSU Banyumanik, RS St Elisabeth, RS William Booth, RS Gunung Sawo, RS Bhayangkara, RS Sultan Agung, RS Nasional Diponegoro, RS Bunda, RST Bakti Wiratamtama, RS Permata Medika, RS Dokter Kariadi, RSJD Amino Gondohutomo, RS Columbia Asia, RSU Roemani, RS Kusuma, RS Anugrah, RS Telogorejo, RS Panti Wiloso Dr. Cipto, RS Panti Wiloso Citarum, RS Hermina Pandanaran, RS Hermina Banyumanik, RSUD Tugurejo.

Institusi pendidikan kesehatan di Kota Semarang, seperti Poltekkes Kemenkes Semarang, Stikes Elisabeth, Stikes Karya Husada, PSIK Undip, Akper Kesdam, Unissula, Stikes Widya Husada, Stikes Telogorejo, dan Unimus juga dilibatkan.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau