Kilas

Pemerintah Kota Semarang Apresiasi Kinerja BNN

Kompas.com - 20/04/2018, 11:22 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberi penghargaan kepada sejumlah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengungkap adanya pabril pil PCC di Kota Semarang, Kamis (19/4/2018) Dok. Humas Pemkot SemarangWali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberi penghargaan kepada sejumlah petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mengungkap adanya pabril pil PCC di Kota Semarang, Kamis (19/4/2018)


KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memberi penghargaan kepada 38 personil Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dan Provinsi Jawa Tengah.

Penerima penghargaan di antaranya Budi Waseso (mantan Kepala BNN RI), Arman Depari (Deputi Pemberantasan BNN RI), dan Tri Agus Heru Prasetyo (Kepala BNNP Jawa Tengah).

Penghargaan diberikan berdasarkan keputusan Wali Kota Semarang Nomor 861/231 Tahun 2018. Kepala BNN RI, Heru Winarko, menyaksikan pemberian penghargaan itu.

Hendrar Prihadi mengapresiasi BNN yang mengungkap keberadaaan pabrik pil PCC (paracetamol, caffeine, carisoprodol) di kota lumpia pada 3 Desember 2017.

Pabrik itu berada di Jalan Halmahera dan Jalan Gajah Timur, Kota Semarang.

(Baca: BNN Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Pil PCC di Semarang)

Pengungkapan kasus tersebut berdampak besar untuk menyelamatkan anak bangsa, khususnya yang berada di Kota Semarang dari bahaya Narkoba.

Ia pun berterima kasih karena BNN serta Kepolisian yang terus mengungkap kasus peredaran narkoba di Kota Semarang.

"Fakta menunjukkan barang bukti yang mampu dikumpulkan setiap tahun semakin meningkat," kata Hendrar di Semarang dalam siaran pers, Kamis (19/4/2018).

Berdasarkan data Polrestabes Semarang yang dirilis per Desember 2017, jumlah obat terlarang yang berhasil disita di Kota Semarang meningkat 11 persen dibandingkan  2016.

(Baca: Buwas: 13 Juta Pil PCC Disita dari Rumah Produksi di Semarang)

Pada 2017, tercatat 782.169 gram sabu, 789 butir pil ekstasi, 92 gram ganja, dan 12.733 obat terlarang yang disita di Kota Semarang. 

Penyitaan sabu meningkat tajam dari 299.372 gram pada 2015 menjadi menjadi 569.597 gram pada 2016. Sabu yang disita terus meningkat pada 2017, yakni mencapai 782.169 gram.

Tak hanya itu, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap bertambah banyak. Pada 2016, tersangka yang ditangkap berjumlah 237 orang dan menjadi 244 orang pada 2017.

"Kami terus berupaya menyosialisasikan bahaya narkoba hingga ke tingkat SD dan SMP. Karena, hari ini di Semarang sudah ditemukan siswa SMP yang memakai narkoba," ujarnya

Mantan Kepala BNN RI, Budi Waseso, mengatakan memberantas narkoba mesti didukung semua pihak.

Ilustrasi Narkoba dan UangAlfiyyatur Rohmah Ilustrasi Narkoba dan Uang

"Saya berkeyakinan Indonesia betul-betul bisa selamat dari narkotika, tapi kita semua harus bekerja untuk itu. Dengan kepedulian bersama, sesuai dengan peran kita masing-masing," katanya.

Dengan adanya penghargaan dari Wali Kota Semarang, ia melanjutkan, BNN pasti lebih bekerja optimal untuk memberantas narkoba.

Kepala BNN RI, Heru Winarko, menegaskan seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat perlu bersinergi untuk memberantas narkoba.

Kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah bisa mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Seperti, terungkapnya kasus pabril pil PCC di Kota Semarang.

"Narkoba musuh kita, bukan hanya BNN saja, bukan hanya Polri saja, tapi semua bertanggung jawab. Saya harapkan semua pihak aktif, semuanya harus bangun, jangan sampai ada pecandu, bandar, atau tempat seperti yang tadi disampaikan (pabrik pil PCC) di wilayah masing-masing," ujarnya.

 


Baca tentang