Kilas

Trenggalek Dapat Acungan Jempol Bappenas

Kompas.com - 20/04/2018, 14:30 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappena,s Bambang Brodjonegoro, didampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyerahkan penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah kepaa Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, di Surabaya dalam acara Musrenbang Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/4/2018)
Dok. Humas Pemkab TrenggalekMenteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappena,s Bambang Brodjonegoro, didampingi Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menyerahkan penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah kepaa Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, di Surabaya dalam acara Musrenbang Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/4/2018)

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Kabupaten Trenggalek meraih penghargaan perencanaan daerah pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Timur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, memberi penghargaan itu kepada Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, di Surabaya, Kamis (18/4/2018).

Penghargaan itu diraih karena Trenggalek melakukan sinkronisasi dan penyederhanaan program prioritas.

Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, prestasi itu merupakan kesuksesan segenap elemen masyarakat.

(Baca: Tahun Depan Trenggalek Punya Lima Prioritas Kerja)

Pemerintah Kabupaten Trenggalek memang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan daerah.

Awalnya, Arifin dan Emil Dardak merancang puluhan program kerja yang akan diselesaikan dalam rentang lima tahun kepemimpinan.

Saat pendampingan perbaikan akuntabilitas kinerja, Kemenpan-RB menyarankan Trenggalek memangkas puluhan program itu dan membuat program prioritas.

Lantas, Emil-Arifin dan seluruh dinas di Kabupaten Trenggalek memilih 5 (lima) program strategis daerah.

Lima program itu yakni Smart Regency, Pertanian Terpadu Plus, Trenggalek Membangun, Trenggalek Gemilang, dan GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan).

(Baca: Batik Trenggalek Tampil di Pamerah Dekranasda Jatim 2018)

Program-program prioritas itu dirumuskan dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Berdasarkan penilaian pemerintah pusat, konsep perencanaan Trenggalek memenuhi prinsip holistik, integratif, tematik, dan spasial.

Trenggalek juga dinilai berhasil memadupadankan perencanaan daerah dengan prioritas provinsi dan nasional.

"Kami berhasil memfokuskan kegiatan lewat lima program prioritas daerah. Karena menurut Kemenpan, banyak prioritas sama dengan tidak punya prioritas," kata Arifin.

Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, meresmikan aplikasi Qlue di pendopo kabupaten, Kamis (12/04/2018).KOMPAS.com/ SLAMET WIDODO Plt. Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, meresmikan aplikasi Qlue di pendopo kabupaten, Kamis (12/04/2018).

Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mampu mewujudkan perencanaan menjadi beberapa inovasi dalam pelaksanaan.

Misalnya, program GERTAK yang terus berkembang dinamis dalam upaya pengurangan angka kemiskinan di Trenggalek, lalu Public Service Center (PSC) 119.

Dalam perkembangannya, Pemerintah Trenggalek menjalin kemitraan dengan PT Qlue Performa Indonesia untuk layanan aplikasi pendukung.

"Serta beberapa percepatan pelayan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) misalnya," ujarnya. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)