kabar mpr

Jelang Mayday dan hari Kartini, Zulkifli Hasan Ziarah Makam Marsinah

Kompas.com - 21/04/2018, 07:31 WIB

NGANJUK-Ketua MPR Zulkifli Hasan berziarah ke makam aktivis buruh Marsinah di pemakaman desa Sukomoro, Nganjuk Kamis (19/4). Zulkifli Hasan ditemani oleh Pakde dari Marsinah Bapak Suwadi

Bagi Zulkifli Hasan, mengenang Marsinah adalah mengenang perjuangannya menegakkan keadilan bersama kelompok buruh

"Kita bersaksi bahwa Marsinah adalah pejuang buruh sekaligus pejuang emansipasi perempuan. Pejuang yang menjadi martir karena konsisten membela hak hak kaum buruh," kata Zulkifli

Marsinah tewas terbunuh pada 1993 dan dianggap sebagai pahlawan buruh karena keberaniannya menyuarakan aspirasi buruh pada masa Orde Baru.

Zulhasan mengapresiasi perjuangan Marsinah yang tak kenal takut.

"Beliau Marsinah sanfat layak disebut sebagai pahlawan gerakan buruh," kata Zulhasan.

Zulhasan menambahkan bahwa Marsinah juga layak disebut sebagai pahlawan emansipasi. "Menjelang Hari Kartini 21 April kita layak mengenang Marsinah sebagai pahlawan emansipasi," kata Zulhasan

Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia, memperingati Hari Kartini dan Hari Buruh nanti untuk bersama sama mendoakan Marsinah

"Kita doakan bersama semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah atas perjuangannya," tutup Zulhasan

Hadir menemani Ketua MPR Zulkifli Hasan adalah Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) anggota DPR RI.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau