Advertorial

Penataan Pulau Bidadari Beratmosfer Batavia Segera Rampung

Kompas.com - 23/04/2018, 19:33 WIB

Pulau Bidadari bisa dibilang sebagai objek wisata alternatif bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin mencari suasana berbeda. Jaraknya memang tak jauh dari kota, hanya sekitar 20 menit dari Dermaga Marina Ancol, Jakarta Utara. Namun, saat datang ke pulau ini, wisatawan sudah bisa menikmati nuansa pantai yang syahdu dan jauh dari hiruk pikuk kota.

Sejak akhir 2017 lalu, Pulau Bidadari dibenahi dengan gencar. Alasannya, sejak awal dibangun dan dikembangkan menjadi tempat wisata pada tahun 1970-an, Pulau Bidadari tak banyak direnovasi. Padahal, tentu saja kondisi fasilitas serta sarana dan prasarana di pulau ini menurun seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman. 

Sampai April 2018 ini, PT Seabreez Indonesia (anak perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk) selaku pengelola Pulau Bidadari masih terus melakukan penyempurnaan. Wajah Pulau Bidadari diubah dengan konsep baru yang lebih segar, dengan tema “The Soul of Batavia”.

Konsep ini diumumkan dalam acara soft launching yang diselenggarakan di Pulau Bidadari, Sabtu (21/4/2018) sore. Soft launching ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan dihadiri pula oleh Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah, Wakil Direktur PT Seabreez Indonesia Retno Purwaningsih, serta  Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol C. Paul Tehusijarana . Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga disambut dengan pameran seni serta kuliner khas Betawi.

Soft Launching Pulau Bidadari menjadi penanda bahwa renovasi resort wisata ini bakal segera rampung. Diperkirakan, Pulau Bidadari siap dibuka untuk wisatawan pada Juni 2018 mendatang.- Soft Launching Pulau Bidadari menjadi penanda bahwa renovasi resort wisata ini bakal segera rampung. Diperkirakan, Pulau Bidadari siap dibuka untuk wisatawan pada Juni 2018 mendatang.
 

Wajah baru Pulau Bidadari bakal lekat dengan suasana Jakarta tempo dulu, di mana nuansa budaya Betawi dan Belanda begitu terasa.  Wakil Direktur PT Seabreez Indonesia Retno Purwaningsih mengatakan, di pulau tersebut nantinya akan ada 44 cottage yang terbagi dalam Betawi Cluster dan Belanda Cluster.

Retno menuturkan, nuansa tematik ini akan jadi keunggulan Pulau Bidadari dibanding objek wisata pulau lainnya. “Pulau yang ini punya unsur budaya, punya ciri, sehingga bisa lebih menjual. Ini pulau punya Pemprov DKI. Biaya untuk membenahi ini mungkin minim, tapi saya rasa return-nya bisa baik,” kata Retno saat ditemui di Pulau Bidadari.

Saat ini, kata Retno, pembenahan Pulau Bidadari mencapai tahap satu, di mana sudah tampak cottage bertema Betawi dan sejumlah fasilitas, seperti lapangan olahraga. Retno memperkirakan, pada Juni 2018, pulau yang cottage-nyamampu menampung hingga 250 pengunjung ini, sudah siap dibuka untuk wisatawan.

“Karena kita ingin Pulau Bidadari siap untuk momen libur Lebaran, HUT ke -491 Jakarta, dan saat Asian Games,” ujar ia.

Rumah Betawi di Pulau Bidadari.- Rumah Betawi di Pulau Bidadari.
 

Terkait Asian Games 2018, Sandiaga Uno juga mengusulkan agar seremoni torch relay atau pengarakan obor bisa melintas di Pulau Bidadari. "Kami ingin bahwa obor Asian Games juga tidak hanya di daratan tapi juga di Kepulauan Seribu," katanya.

Hal ini, katanya, juga berguna sebagai promosi wisata Kepulauan Seribu. Bersamaan dengan momen Asian Games, Sandiaga yakin jumlah wisatawan  ke Kepulauan Seribu, termasuk Pulau Bidadari, akan meningkat.

Menjadi pulau digital dan ramah lingkungan

Meski diperkenalkan sebagai pulau bernuansa Jakarta tempo dulu, aktivitas dalam Pulau Bidadari tetap didukung dengan teknologi mutakhir. Bahkan, ia disebut sebagai pulau berbasis digital. Artinya, mayoritas aktivitas belanja di pulau ini akan dilakukan secara nontunai.  

“Kami ingin minimalisasi orang bawa cash ke sini. Jadi semua menggunakan gesek. Itu yang ingin kami budayakan,” katanya.

Sebagai uji coba, pada acara soft launching, pengunjung diwajibkan menggunakan aplikasi smartphone berupa dompet digital garapan sebuah bank yang memungkinkan pengguna bertransaksi belanja, melakukan pembayaran, dan transfer uang.

Seluruh jajanan kuliner khas Betawi yang dijajakan di Pulau Bidadari saat itu bisa dibeli dengan cara menge-scan QR Code yang terdapat pada aplikasi. Selanjutnya, saldo di aplikasi akan terpotong secara otomatis.

Di samping itu, Pulau Bidadari juga mengedepankan kemudahan akses informasi dengan mempersiapkan koneksi internet yang mumpuni. Retno mengatakan akan merangkul semua provider telekomunikasi untuk mendukung fasilitas ini.

Dalam upaya membangun kembali Pulau Bidadari, Pemprov DKI Jakarta menggaungkan prinsip efisiensi dan ramah lingkungan. Untuk itu, kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol C. Paul Tehusijarana mengatakan, renovasi Pulau Bidadari dilakukan dengan metode reuse dan recycle.

Kayu-kayu dari cottage yang lama direvitalisasi, sehingga bahan untuk bangunan yang baru 100 persen merupakan kayu recycle.

“Kayu lama bekas cottage yang dulu di-recycle sehingga biaya pembangunan lebih efisien,” tutur Paul.

Sandiaga Uno pun mengapresiasi langkah ini. Dengan upaya tersebut, Pulau Bidadari menjadi tempat wisata yang eco-friendly, sesuai dengan visi Pemprov DKI.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau