Advertorial

Sido Muncul Trial Mesin Pabrik Terbaru “Cairan Obat Dalam”

Kompas.com - 24/04/2018, 10:44 WIB

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk merespon permintaan pasar yang terus meningkat dengan membangun pabrik baru Cairan Obat Dalam (COD). Pabrik yang didukung dengan teknologi terbaru tersebut dibangun di atas lahan seluas 17.000 m2 dengan luas bangunan 28.000 m2. Pabrik COD baru ini merupakan pengembangan dari pabrik sebelumnya yang dibangun pada 2007 lalu.

Pabrik COD II  dibekali dengan mesin produksi terbaru dengan teknologi  full-automatic. Pabrik COD II mampu memproduksi hingga 200.000.000 sachet/bulan. Angka tersebut jauh melebihi produksi yang mampu dilakukan pabrik COD lama yaitu 80 juta sachet/bulan dengan sistem produksi tertutup dan semi otomatis.

”Tujuan dibangun pabrik baru ini adalah untuk meminimalisir kesalahan pada proses pembuatan produk jamu Sido Muncul. Teknologi yang digunakan lebih modern dan bahan-bahan yang akan dicampur sudah di-setting dalam program, sehingga zero accident,” ungkap Irwan di hadapan para karyawan dan awak media.

Mesin full-automatic yang didatangkan dari Jerman merupakan mesin yang desain dan teknologinya dipesan khusus untuk jamu cair. Usai dirakit pada pabrik COD II, mesin tersebut dilakukan proses trial sebelum produksi dimulai. Trial pertama mesin produksi pabrik COD II dilaksanakan di Kawasan Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Senin (23/04/2018). Peluncuran dilakukan tepat pukul 8 lewat 8 menit 8 detik oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat. 

Irwan juga menambahkan pada trial mesin produksi pabrik baru COD II merupakan proses pengujian stabilitas produk dan validitas mesin. Trial ini dilakukan sebelum nanti rencananya diresmikan pada pertengahan tahun 2018 untuk melakukan produksi jamu cair pertama. Nantinya, pabrik ini dikhususkan untuk memproduksi jamu cair Sido Muncul, seperti Tolak Angin Cair, Tolak Linu, dan Madu Kembang Sido Muncul.

Proses produksi yang akan dilakukan seluruhnya menggunakan sistem komputer untuk menjamin akurasi, hiegienis, dan penggunaan bahan yang steril. Untuk menjaga jamu cair tetap higienis, semua proses input dan output komposisi serta proses lainnya dilakukan secara tertutup. Selain itu, setiap bahan yang masuk akan dipanaskan terlebih dahulu, sehingga kesterilan produk akan tetap terjaga.

"Air yang digunakan untuk pembuatan jamu cair harus melewati proses osmosis. Proses tersebut untuk menjaga kualitas air dan menjaga alat produksi tetap bersih sehingga kualitas jamu cair tetap terjamin," ujarnya.

Akurasi dari perhitungan komposisi didukung dengan alat-alat produksi dilengkapi dengan alat-alat ukur yang modern dan memiliki ketelitian yang dapat diandalkan, seperti load cell (alat ukur timbangan), sensor temperatur, tekanan, volume, laju air, dan sebagainya.

Pabrik COD II memiliki gudang bahan baku dan bahan jadi, ruang pengemasan primer hingga tersier, gudang bahan kemas, ruang pembuatan cairan obat dalam, ruang persiapan bahan baku, dan ruang alat-alat utility. Berbagai ruang tersebut dibangun dengan mengedepankan efisiensi terlihat dari aliran proses berurutan dari atas ke bawah dengan mengikuti arah gravitasi

Pembangunan pabrik COD II juga merupakan realisasi janji yang pernah disampaikan Irwan ketika Sido Muncul melantai di bursa saham. 

"Pabrik ini dibangun dengan modal seluruhnya dari sebagian hasil IPO. Pembangunan yang awalnya dijanjikan 2,5 tahun baru bisa dipenuhi dalam waktu 4 tahun karena ada berbagai tambahan yang bersifat menambah produktifitas pabrik," tutupnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau