kabar mpr

Ketemu Millenial Trenggalek, Zulkifli Hasan dan Emil Cicip Keripik Jamur 'Mantan'

Kompas.com - 24/04/2018, 17:12 WIB

Ketua MPR Zulkifli Hasan melanjutkan perjalanan 12 hari di Jawa Timur ke Kabupaten Trenggalek. Kehadiran Emil disambut langsung oleh Bupati Non Aktif yang juga Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. 

Bersama Emil Dardak hadir pula anak anak muda Millenial Trenggalek dari berbagai komunitas seperti Komunitas cinta lingkungan, Forum muda Trenggalek sampai Anak Muda Komunitas Layanan Trenggalek. 

Emil sampaikan terima kasih untuk kesediaan Bang Zul berbagi dengan anak anak muda di Trenggalek. 

"Gen muda millenial itu punya warna, corak dan kreativitas sendiri. Di Trenggalek kami bersinergi karena mumpung juga pemimpinnya anak muda," kata Emil di Kopi Hutan Kota Trenggalek. 

Emil menyebut bentuk kreativitas pemerintah pun ketularan dari Gen Millenial. Salah satunya produk UKM yang namanya Keripik Jamur Mantan. 

Emil pun mengajak Zulkifli Hasan untuk menyicip Keripik Mantan itu. "Ini ada tata cara makannya Pak Zul. Salah satunya lupakan mantan dulu baru bisa dimakan," Kata Emil berkelakar. 

Zulkifli Hasan mengaku senang bisa bicara hati ke hati bersama Gen Millenial Trenggalek. Ia berharap semangat kepemimpinan muda yang optimis, berani mendobrak dan kreafif bermanfaat. 

"Di Trenggalek ini UKM nya sudah berjiwa millenial, contohnya ya keripik mantan ini. Jadi packing kemasannya sudah dibuat menarik, bagus dan memikat anak muda," tegasnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau