Advertorial

Pemerintah Jalin Kerja Sama dengan Ancol Bangun Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Dermaga Marina

Kompas.com - 25/04/2018, 17:33 WIB

Meningkatnya lalu lintas pelabuhan di Indonesia, khususnya Jakarta, membuat pemerintah harus mengambil langkah cepat.  Oleh sebab itu, Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Barat di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menggandeng PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk untuk membuka Dermaga Marina sebagai pelabuhan bertaraf internasional dan membangun Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Ancol, Jakarta Utara.

Nantinya, Dermaga Marina dijadikan sebagai pelabuhan yang dapat menampung kapal-kapal pesiar berukuran besar dari seluruh dunia. Selanjutnya, peresmian kantor TPI di dermaga tersebut dilakukan agar pelayanan terkait pencatatan kedatangan atau keberangkatan wisatawan asing dan lokal melalui laut dapat menjadi lebih efisien dan efektif.

“Peresmian dermaga dan TPI ini sesuai dengan mandat yang diberikan presiden agar kami terus memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin mendekatkan dan memudahkan pelayanan pada titik-titik yang perlu dilayani secara efektif seperti pelabuhan ini,” kata Yasonna Laoly selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Hal itu ia sampaikan ketika memberi sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman tentang Peresmian Tempat Pemeriksaan Imigrasi yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk C. Paul Tehusijarana dan Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Abdul Rachman di Hotel Mercure Ancol, Jakarta (25/04/18).

Yasonna berharap dengan adanya Dermaga Marina dan TPI di Ancol ini dapat memberikan kontribusi yang besar dalam menarik minat para turis cruise yakni tamu asing kapal pesiar untuk datang ke Jakarta. Ia pun menjelaskan bahwa tanpa adanya TPI di pelabuhan, maka para tamu akan repot untuk mengurus perizinan. Padahal, dalam era yang serba cepat ini, aspek pelayanan menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan oleh setiap pemangku kepentingan.

Pada kesempatan yang sama, Paul Tehusijarana mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung program pemerintah dalam rangka memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. Dipilihnya Dermaga Marina pun menjadi bukti bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. memiliki mutu yang tinggi dalam hal pelayanan publik.

“Dermaga Marina selanjutnya akan kami revitalisasi agar dapat menjadi pelabuhan internasional yang bisa sandarkan kapal pesiar di Jakarta, langkah awalnya kita mulai dengan Tempat Pemeriksaan Imigrasi,” ujarnya.
Saat ini, Dermaga Marina Ancol memiliki 22 dermaga yang rutin melayani penyebrangan wisatawan yang ingin berwisata di Kepulauan Seribu. Di sini terdapat banyak pilihan perusahaan travel yang dapat membantu wisatawan mencapai pulau tujuan baik pulau yang khusus resort, seperti Pulau Bidadari maupun pulau penduduk seperti Pulau Pramuka. Selain itu, Dermaga Marina Ancol juga melayani parkir kapal bagi perusahaan, instansi pemerintahan maupun perorangan. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau