kabar ketenagakerjaan

Menaker Sampaikan Apresiasinya Atas Perayaan May Day yang Kondusif

Kompas.com - 02/05/2018, 17:35 WIB

Hari buruh internasional atau yang dikenal dengan May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei dirayakan dengan berbagai kegiatan di berbagai kota di tanah air. Terkait hal ini, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada pihak-pihak yang telah merayakan May Day dengan kondusif, aman, damai, dan meriah. Tak hanya kepada para buruh/pekerja, Menaker pun mengapresiasi para pengusaha yang telah memfasilitasi kegiatan May Day serta aparat kepolisian dan TNI yang turut mengamankan proses berjalannya acara.

Hal ini disampaikannya ketika berbicara dalam gelaran Final Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) 2018 di Stadion Soemantri Brodjonegoro Jakarta pada Selasa (1/5).

May Day berlangsung kondusif, tertib, aman, dan damai. Tentu ini menjadi prestasi juga dari buruh Indonesia. Kita terus berharap di masa depan, May Day akan terus berlangsung kondusif tanpa aksi anarkis apalagi melanggar hukum," tuturnya.

Pada partai final yang mempertandingkan tim sepak bola PT Thiess dari Sangatta melawan tim dari PDAM Polewali Mandar tersebut, hadir pula jajaran pejabat negara lainnya. Tampak hadir Menpora Imam Nahrawi, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, serta Anggota Komisi IX DPR RI Mafirion. Kejuaraan ini diikuti oleh 219 tim dari 29 propinsi di Indonesia dengan PT Thiess keluar sebagai pemenang.

Menaker pun memuji perayaan May Day 2018, dimana para buruh/pekerja menyampaikan aspirasinya dengan tertib, aman, dan kondusif. Selain aksi penyampaian aspirasi, Hari Buruh tahun ini diwarnai dengan berbagai kegiatan positif bagi para pesertanya. Di antaranya lewat lomba memasak, buruh mengaji, lomba senam Maumere, khitanan massal, jalan sehat, sepeda santai, hingga kompetisi band dan liga sepakbola.

Tak hanya di ibukota, perayaan May Day di kota-kota lain pun berjalan dengan aman dan meriah. Hal ini sejalan dengan ajakan Kementerian Ketenagakerjaan untuk merayakan Hari Buruh dengan semangat “May Day is a fun day”.

"Peringatan Hari Buruh Internasional harus dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan hubungan industrial yang kondusif antara pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah untuk menghindari terjadinya PHK, meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan meningkatkan produktivitas kerja,” katanya.

Menaker pun menyatakan pemerintah terus mencari solusi terbaik dari berbagai aspirasi yang disampaikan para buruh/pekerja. Semua aspek ketenagakerjaan dibenahi secara bertahap dan berkelanjutan, baik dari segi regulasi maupun pengawasan. Pemerintah berusaha untuk melihat dari dua sisi, yakni mengakomodasi tuntutan buruh/pekerja dan mendengarkan saran dari para pengusaha.

Hal ini dilakukan guna mendorong perkembangan industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan terhadap buruh/pekerja. Cara lain yang disarankan oleh Menaker adalah dengan memanfaatkan forum bipartit dan tripartit antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi dan mencapai solusi terbaik bagi ketiganya. Meskipun rangkaian perayaan May Day telah ditutup dengan babak final Lipesia 2018, masih ada rangkaian acara yang akan berlangsung hingga Rabu (2/5). Presiden joko Widodo pun diagendakan akan berdialog langsung dengan para buruh/pekerja.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau