Kilas

Tekan 112, Warga Kota Semarang Dapat Layanan Ini

Kompas.com - 02/05/2018, 19:36 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Bertepatan dengan hari jadi Kota Semarang yang ke-471, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meluncurkan layanan call center 112 sebagai wadah pelaporan masyarakat di Kota Semarang jika sedang berada dalam kondisi gawat darurat.

Melalui nomor layanan cepat terpadu itu, masyarakat tidak perlu menyimpan satu per satu nomor setiap layanan kegawatdaruratan yang disediakan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Dengan menghubungi nomor telepon 112, masyarakat akan langsung terhubung dengan operator yang akan menyambungkan ke setiap call center layanan yang terkait.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, dalam kegiatan peluncuran tersebut langsung menjajal sendiri layanan call center terpadu tersebut. Ia menghubungi nomor 112 melalui ponselnya.

Ketika terhubung oleh operator, Hendi diminta untuk menyebutkan secara lengkap data pribadinya, mulai nama lengkap hingga nomor ponsel. Setelah operator mendapatkan data yang dibutuhkannya, barulah Hendi Kemudian ditanya oleh operator terkait pertolongan yang dibutuhkannya.

 "Saya mau minta tolong dipanggilkan Ambulans Hebat," pinta orang nomor satu di kota lumpia tersebut kepada operator yang berbicara kepadanya.

Dirinya juga bertanya kepada operator terkait berapa lama ambulans akan datang ke alamat yang telah disebutkannya, yaitu di Balai Kota Semarang. Menjawab pertanyaan Hendi tersebut, operator Call Center 112 itupun menjanjikan Ambulance Hebat akan tiba dalam waktu lima menit.

Setelah menutup telepon, pria yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut kemudian menyatakan jika layanan Call Center 112 tersebut sudah siap untuk digunakan oleh masyarakat Kota Semarang. Dirinya juga menuturkan, jika 112 akan menjadi muara seluruh inovasi layanan kegawatdaruratan yang diinisiasi oleh banyak instansi di Kota Semarang.

"Seiring lahirnya berbagai inovasi layanan gawat darurat di Kota Semarang, kita ini lalu jadi memiliki banyak nomor, ada 1500-132 untuk kesehatan, ada 1500-092 untuk kriminalitas, ada juga untuk pemadam kebakaran, dan seterusnya", jelas Hendi.

"Maka untuk lebih mempermudah masyarakat, nomor-nomor tersebut kita rangkum menjadi satu, dengan dibantu oleh operator," tegasnya.

Walaupun layanan call center tersebut sudah bisa digunakan oleh masyarakat di Kota Semarang sejak tanggal 2 Mei 2018, Hendi menyakinkan ke depannya akan tetap melakukan evaluasi terhadap layanan tersebut.

"Hari ini sudah bisa digunakan, dan akan kita evaluasi terus terkait kecepatan respon yang diberikan, targetnya pasti secepat mungkin untuk meminimalkan resiko", pungkas Hendi di hadapan ratusan tamu yang hadir dalam peluncuran Call Center 112 tersebut.

 

 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau