Kilas

Ada SIPU untuk Warga Kota Semarang

Kompas.com - 04/05/2018, 20:38 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Pencapaian pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan di Kota Semarang kini bisa dipantau secara real time.

Ada aplikasi Smart Infrastruktur Pekerjaan Umum (SIPU) yang hari ini diluncurkan oleh Wali Kota Hendrar Prihadi. Aplikasi SIPU bisa diunduh di Google Play Store.

Pembangunan infastruktur jalan di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir dilakukan dengan sangat masif. Hal tersebut tergambar dari catatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang yang menyebutkan jika persentase kondisi jalan baik di Kota Semarang tahun 2017 telah ada mencapai 88,7 persen.

Capaian tersebut naik hampir naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan kondisi jalan pada 2011 yang hanya sebesar 46 persen dari total seluruh jalan yang ada di Kota Semarang.

Wali kota yang karib disapa Hendi itu menuturkan, aplikasi SIPU juga terhubung dengan sistem Lapor Hendi serta call center 112. "Sehingga setelah dilaporkan, masyarakat dapat langsung mengecek melalui aplikasi ini, terkait progres pembangunan jalannya sudah sampai sejauh apa," jelasnya.

"Targetnya tentu saja dengan aplikasi ini pembangunan infrastruktur jalan di Kota Semarang dapat lebih mudah terpantau, baik oleh internal kami ataupun oleh masyarakat, sehingga dapat semakin cepat terwujud 100 persen kondisi jalan baik di Kota Semarang," terangnya.

Tak hanya terkait infrastruktur jalan, aplikasi tersebut juga menyajikan data-data secara real-time terkait infrastruktur sungai, drainase, irigasi, leger, serta pedestrian.

Dengan penyajian data-data tersebut, diharapkan masyarakat dapat ikut meneliti terkait titik-titik wilayah yang belum terbangun, untuk kemudian menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Semarang, terkhusus Dinas Pekerjaan Umum.

Lantas, untuk melengkapi penyajian data secara real-time tersebut, sistem aplikasi tersebut juga terhubung dengan 33 unit CCTV di Kota Semarang.

"Hari ini roh pembangunan Kota Semarang adalah Bergerak Bersama, sehingga pemerintah harus seterbuka mungkin untuk dapat memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi," kata Hendi.

"Peluncuran aplikasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintah yang semakin terbuka," demikian Hendrar Prihadi. (Humas Pemkot Semarang)

 

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau