Advertorial

Layanan Pusat Data untuk Optimalisasi Biaya Pengelolaan dan Pengamanan Data

Kompas.com - 07/05/2018, 10:10 WIB

Penggunaan internet di Indonesia semakin meningkat dengan pesat dari waktu ke waktu. Bahkan menurut laporan eMarketer, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 83,7 juta orang di tahun 2014 dan diprediksi pada tahun 2018 penggunanya akan mencapai 123 juta orang atau peringkat ke-5 dunia sebagai pengguna internet terbanyak.

Kebutuhan pusat data yang semakin meningkat

Banyaknya pengguna internet di Indonesia tentu secara otomatis meningkatkan arus lalu-lintas data. Oleh karena itu kebutuhan akan pusat data (data center) untuk menyimpan dan mengolah data tersebut pun semakin meningkat. Terlebih sekarang di Indonesia semakin banyak bidang yang beralih ke basis online mulai pemerintahan hingga perbankan.

Fenomena tersebut jelas meningkatkan tugas para teknisi ahli IT untuk terus memonitor dan mengolah data-data tersebut dalam suatu pusat data. Hal ini pun terjadi pada banyak bidang seperti pemerintahan yang harus menyimpan data kependudukan, hingga layanan perbankan dengan banyaknya data nasabahnya.

Selain pengelolaan data, aspek keamanan menjadi hal penting yang juga harus diperhatikan para teknisi ahli IT untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan seperti pencurian data. Terlebih belakangan ini di Indonesia sedang marak terjadi kasus pencurian data seperti kasus pencurian data ATM pada sebuah bank untuk membobol rekening pemiliknya

-- -

Biaya tambahan pada pusat data in-house

Kedua hal tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi beragam bidang bisnis yang berbasis online. Pekerjaan rumah tersebut, terutama bagi bidang dengan basis online yang masih menggunakan pusat data secara in-house adalah semakin meningkatnya biaya server.

Kebutuhan akan banyaknya sumber daya manusia yaitu teknisi ahli IT akan senantiasa dibutuhkan oleh berbagai bidang berbasis online yang masih menggunakan pusat datasecara in-house karena pengawasan data harus dilakukan secara terus menerus sehingga pengeluaran pun bertambah untuk merekrut mereka.

Selain biaya server yang semakin meningkat, risiko bagi pengguna pusat datasecara in-house juga dapat bertambah saat teknisi ahli IT resign atau pindah ke perusahaan lain, sedangkan pengawasan dan pengelolaan dalam pusat dataharus senantiasa dilakukan.

Semakin mudah dan murah dengan menggunakan layanan pusat data

Oleh karena itu ada baiknya jika beralih ke basis online, terlebih dahulu mempertimbangkan secara baik-baik apakah akan menggunakan pusat datasecara in-house atau menggunakan layanan pusat data. Tentunya berkurangnya biaya server merupakan hal yang baik dalam pengelolaan dan pengamanan data.

Aspek biaya harus dibandingkan antara penggunaan pusat datasecara in-house dengan penggunaan layanan pusat data. Dilihat dari aspek biaya, maka jelas menggunakan layanan pusat dataakan lebih murah dengan tidak dibutuhkannya banyak teknisi ahli IT untuk mengelola data karena sudah termasuk dalam fasilitas layanan pusat data.

Menggunakan layanan pusat data memang akan lebih murah, tetapi tetap saja pemilihan terhadap penyedia layanannya menjadi hal yang harus diperhatikan. Risiko pencurian data hingga hilangnya data mungkin masih berisiko tinggi terjadi apabila memilih layanan pusat data yang belum memenuhi persyaratannya sebagai pusat data.

Pengetahuan mengenai layanan pusat datayang bagustentu mutlak harus diketahui agar semakin mempermudah pengelola bisnis online untuk mampu memilih penyedia layanan pusat dataterbaik. Informasi lebih lanjut seputar layanan pusat datadapat diperoleh secara gratis hanya dengan mengisi formulir melalui tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau