Kilas

Kemensos Prioritaskan Pemberdayaan SDM

Kompas.com - 07/05/2018, 12:09 WIB


KOMPAS.com - Kementerian Sosial (Kemensos) akan memprioritaskan program pemberdayaan sumber daya manusia daripada program yang hanya berorientasi amal (charity).

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kemensos, Harry Z. Soeratin, saat Rapat Koordinasi Pembangunan SDM, Lembaga dan Program Penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial 2018, di Yogyakarta, Minggu (5/6/2018).

Selama ini, cara pandang masyarakat lebih berorientasi pada amal. Ke depan, Kemensos bakal lebih memberdayakan SDM.

"Ini menjadi tantangan untuk mengubah cara pandang itu," kata Harry.

(Baca: Kemensos Jemput Bola Atasi Persoalan Keluarga)

Menurut dia, salah satu yang paling utama ialah pendamping lapangan harus memiliki pengetahuan dan dukungan dari berbagi pihak untuk mewujudkan program Kemensos.

Salah satu yang akan dilakukan adalah dengan membuat startup sosial untuk mencitakan sumber daya manusia yang berjiwa entrepreneuship.

"Ini untuk menjawab tantangan sosial entrepeneur itu sendiri," ujarnya.

Kemensos melakukan gerak cepat untuk mewujudkan program dan pemberdayaan SDM masyarakat.

Rapat Koordinasi Pembangunan SDM, Lembaga dan Program Penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial Tahun 2018, di Hotel Rich Yogyakarta, Minggu (5/6/2018).Dok. Humas Kemensos Rapat Koordinasi Pembangunan SDM, Lembaga dan Program Penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial Tahun 2018, di Hotel Rich Yogyakarta, Minggu (5/6/2018).
Salah satunya, kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk melakukan percepatan sertifikasi maupun profesi.

"Ada 32.000 yang harus diselesaikan pada tahun depan," katanya.

Dalam percepatan itu, Harry mengaku telah mendapatkan dukungan anggaran yang setiap tahun mengalami kenaikan.

Tahun depan, Kemensos mendapatkan anggaran sebesar Rp 50 triliun.

"Kita bergerak sangat cepat, sesuai anggaran kami yang naik cepat dari Rp 12 triliun menjadi Rp 16 triliun, sekarang melompat Rp 41,2 triliun dan tahun depan ada Rp 50 triliun," katanya.

Rapat Koordinasi Pembangunan SDM, Lembaga dan Program Penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial Tahun 2018, di Hotel Rich Yogyakarta, Minggu (5/6/2018).Dok. Humas Kemensos Rapat Koordinasi Pembangunan SDM, Lembaga dan Program Penyelenggaraan Kesejehteraan Sosial Tahun 2018, di Hotel Rich Yogyakarta, Minggu (5/6/2018).

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Tahir, mengatakan, berapa pun dana yang dibutuhkan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan akan diberikan.

Syaratnya, Ali melanjutkan, anggaran program yang diminta rasional, obyektif, proporsional, dan solutif dalam mengatasi kemiskinan bangsa ini.

"Berapa pun kita kasih," katanya.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan program-program pemberdayaan masyarakat dinilai lebih berguna karena mampu menciptakan seorang sosial entrepreneur.

"Pemberdayaan masyarakat itu perlu," katanya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau