kabar ketenagakerjaan

Menaker Ajak Para Pelajar “Nge-Vlog” Saat Sosialisasi di Depok

Kompas.com - 07/05/2018, 14:33 WIB

Anak muda zaman sekarang ini sudah dekat sekali dengan yang namanya video blog. Hampir di setiap kegiatan yang mereka lakukan didokumentasikan dengan video, lalu dibagikan di Youtube atau media sosial miliknya.

Tak mau ketinggalan, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri juga nge-vlog saat melakukan sosialisasi hubungan industrial di Depok. Hal tersebut dilakukan supaya suasana lebih cair dan peserta yang merupakan pelajar merasa dekat dengannya.

Dalam acara “Pemasyarakatan Hubungan Industrial bagi Dunia Pendidikan” ini, Hanif berpesan agar para pelajar paham mengenai hak dan kewajibannya saat masuk dunia kerja kelak. Selain itu, Hanif juga berharap masalah hubungan industrial bisa masuk ke dalam kurikulum pendidikan.

“Saya berharap, masalah hubungan industrial bisa diakomodasi ke dalam kurikulum pendidikan, misalnya teknik wawancara kerja, ini sangat diperlukan," ujar Hanif, pada Jumat (04/05/2018).

Hanif juga menekankan bahwa dunia berubah sangat cepat, sebanyak 65 persen pekerjaan di masa yang akan datang adalah pekerjaan yang tidak dikenal di masa kini. "Ada yang namanya bekerja tapi tidak punya pekerjaan, misalnya Youtuber. Mereka melakukan pekerjaan tetapi jabatan pekerjaannya tidak ada. Ini adalah hal yang baru," kata Hanif.

Dengan demikian, karakter pekerjaan dan tuntutan skill juga berubah. Oleh sebab itu, para calon pekerja harus bisa beradaptasi dan lebih responsif terhadap perubahan. Pintar saja tidak cukup, mereka yang bisa bertahan adalah orang yang responsif terhadap perubahan.

Pelajar diminta untuk tidak berhenti berinovasi oleh Hanif. "Anda siapkan target setiap tahun satu hal yang lebih baik dari diri Anda. Jangan diam, lakukan sesuatu," ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Ainun Sa'adah mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi para pelajar tingkat akhir supaya lebih siap masuk dunia kerja.

"Saya mendapat pengetahuan tentang upah minimum serta hak dan kewajiban pekerja saat bekerja. Ini akan menjadi bekal yang sangat berharga, saya jadi termotivasi dan lebih siap masuk ke dunia kerja," ujar Ainun.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau