kabar mpr

Ketua MPR Akan Bertemu Gatot Nurmantyo

Kompas.com - 07/05/2018, 20:58 WIB

Setelah bertemu dengan mantan Menko Maritim Rizal Ramli, Ketua MPR Zulkifli Hasan berencana akan bertemu dengan mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, pada Selasa (8/5). Pertemuan akan dilakukan di Ruang Kerja Ketua MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Saya akan mengundang Bapak Gatot Nurmantyo, besok (Selasa, 8/5), sekitar jam 10.30 di sini,” ungkap Zulkifli Hasan dalam percakapan dengan wartawan parlemen di Press Room Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (7/5).

Sebelumnya, Ketua MPR telah bertemu dengan Rizal Ramli pada Kamis (3/5). Pertemuan itu untuk mendengarkan masukan pikiran dari para tokoh. Dalam pertemuan, Rizal Ramli menyampaikan pikiran tentang bagi hasil pada daerah penghasil migas, sawit, dan lainnya. “Ini khan bagus. Yang punya sawit ada bagi hasil, begitu juga dengan yang punya tambang, ikan, dan lainnya. Jadi ada bagi hasil sehingga ada keadilan. Ini pikiran-pikiran yang bagus,” katanya.

Selain itu, Rizal Ramli juga menggagas perubahan dalam DAU dan dana alokasi khusus, yaitu tidak hanya melihat jumlah penduduk dan luas daratan, tapi juga menghitung luas lautan sehingga Maluku tidak tertinggal dengan provinsi lainnya. “Ini khan bagus sekali. Gagasan-gagasan itulah yang seharusnya diadu, bukan malah saling adu nuding muka. Ini khan tidak benar jadinya,” ujar Zulkifli.

“Oleh karena itu saya mengundang Bapak Gatot dan kita akan mendengar apa saja pikiran-pikirannya. Saya mengajak tamu yang datang untuk menyuarakan saling menghormati, saling menghargai Merah Putih. Untuk mengajak pemilu damai,” sambungnya.

Selain bertemu Gatot Nurmantyo, Zulkifli Hasan juga akan mengundang tokoh lainnya seperti Tuan Guru Bajang, Agus Harimurti Yudhoyono, Muhaimin “Cak Imin” Iskandar. “Insya Allah kita akan agendakan dengan tokoh lainnya. Pak Prabowo sebagai calon presiden, kita akan undang. Saya undang juga Panglima TNI, Kapolri, dan lain-lain,” ungkap Zulkifli.

Menurut Zulkfili, tujuan dari pertemuan-pertemuan itu adalah agar Pemilu nanti berlangsung dengan damai. “Pemilu nanti berlangsung dengan tidak ada masalah,” ujarnya.

Zulkifli berharap Pemilu jangan sampai merusak Merah Putih. Walaupun pilihan berbeda, kandidatnya berbeda, Pemilu adalah hal yang biasa, agenda politik setiap lima tahun. “Sekali lagi jangan sampai kita terbelah gara-gara proses demokrasi yang sangat biasa,” ujarnya.

“Persatuan, kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai itu harus diperkuat dan diperkokoh. Sehingga (dalam Pemilu) rakyat nanti benar-benar mendengar gagasan dan pikiran-pikiran,” pungkasnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau