kabar mpr

Gatot Nurmantyo : Zulkifli Hasan Sosok Negarawan

Kompas.com - 08/05/2018, 16:39 WIB

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan di Nusantara IV MPR Senayan Jakarta, Selasa (8/5). Bagi Gatot sudah lama sebenarnya keinginan bertemu Zulkifli di MPR.

"Ini kesempatan yang baik kami tukar pikiran bagaimana bersama sama menjaga merah putih. Dan berkaitan dengan Pilpres saya sampaikan bahwa kita mencari pemimpin terbaik," kata Gatot kepada wartawan. 

Bagi Gatot, Zulkifli Hasan adalah sosok Negarawan yang selalu mengutamakan persatuan dan mendahulukan Merah Putih. 

"Beliau sudah membuktikan kapasitasnya sebagai Ketua MPR sebagai sosok yang mempersatukan. Sosok yang selalu bicara bagaimana menjaga Pancasila kita," kata Gatot. 

Gatot juga menyebut Zulkifli Hasan sebagai sosok yang fisiknya selalu terjaga dan tidak pernah lelah. 

"Saya ikut intip intip juga di media beliau satu hari bisa sampai 4 titik. Beliau selalu sehat dan terjaga tapi yang ikut beliau malah katanya banyak yang sakit," Kata Gatot sembari bercanda. 

Zulkifli Hasan menyebut pertemuan dengan Gatot Nurmantyo adalah menyamakan visi untuk Indonesia yang lebih baik. 

"Komitmen kami bersama untuk Indonesia, untuk merah putih. Sekarang dollar sudah 14 ribu mari sudahi perpecahan dan temukan solusi bersama," tutup Zulkifli.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau