kabar mpr

Kesultanan Melayu Sintang Beri Gelar Petinggi Agung Pada Cak Imin

Kompas.com - 10/05/2018, 19:04 WIB

Kamis, 10 Mei 2018, di Istana Al Muqarammah,  Kesultanan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terjadi prosesi agama, adat, dan budaya. Sultan Sintang Kesuma Negara V dan para pangeran terlihat sibuk dalam acara yang digelar di Balai Perangin-Angin itu.

Masyarakat di sekitar Keraton pun ikut memeriahkan acara yang dimulai sejak pagi itu.

Hajatan besar yang digelar oleh Kesultanan yang berdiri pada Abad IV itu dalam rangka pemberian anugerah gelar kehormatan dari Kesultanan Sintang kepada Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar.

- -

Mendapat gelar 'Datuk Petinggi Agung Mangku Benoa, Muhaimin Iskandar mengucapkan terima kasih kepada Sultan Sintang yang telah memberi gelar kehormatan. "Dengan gelar ini menjadi amanah bagi saya untuk ikut menjaga Kesultanan Sintang," ujar pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu. "Saya dan seluruh keluarga  merasa bangga dan berterima kasih atas acara yang digelar," tambahnya.

Dalam sambutan, Cak Imin menyebut Kesultanan Sintang memiliki khasanah adat, budaya, dan tradisi serta pengalaman sejarah yang memberi inspirasi dan semangat untuk mengabdi pada NKRI. "Kalau dirunut dari sejarah, Kesultanan Sintang merupakan salah satu kesultanan yang membentuk NKRI," ungkapnya.

- -

Cak Imin menyakini banyak pihak yang belum mengetahui bahwa lambang negara Garuda Pancasila, inspirasinya adalah dari lambang Kesultanan Sintang. "Dari sinilah anak negeri perlu diingatkan sejarah lambang Garuda Pancasila berasal dari Sintang," paparnya. Lambang Garuda Pancasila pun secara resmi telah ditetapkan menjadi lambang negara Indonesia. Menurut Cak Imin, bangsa Indonesia berhutang budi pada Kesultanan Sintang. "Kita berhutang budi dan selayaknya pemerintah memperhatikan keberadaan Kesultanan Sintang," tegasnya.

Cak Imin dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi kepada Kesultanan Sintang sebab kesultanan itu ikut membangun karakter kepribadian bangsa. "Mari kita teruskan nilai-nilai Kesultanan Sintang," tegasnya.

Sultan Sintang dalam sambutan memaparkan, gelar diberikan kepada Cak Imin sebab menurutnya pria asal Jombang, Jawa Timur, itu telah berjasa kepada bangsa dan negara. Disebut Cak Imin mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa. "Untuk itu kita menitipkan Pancasila agar nilai-nilainya berakar dan hidup di tengah masyarakat," harapnya.

Bupati Sintang, Djarot Winarno, dalam sambutan mengucapkan selamat atas anugrah gelar kehormatan yang diterima Cak Imin. "Dengan gelar itu maka Cak Imin menjadi keluarga orang Sintang," ujarnya. "Kita berbangga atas gelar anugerah ini," tambahnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau