kabar mpr

Zulkifli Hasan : Lawan Teroris dengan Saling Menguatkan, Bukan Saling Menyalahkan

Kompas.com - 15/05/2018, 16:47 WIB

Pasca serangan teroris beberapa hari lalu, lini masa media sosial diramaikan dengan silang sengketa mengenai penyebab terjadinya terorisme dan Revisi UU Terorisme. 

Bagi Zulkifli Hasan, Teroris justru seharusnya dilawan dengan saling menguatkan sesama anak bangsa. 

-- -

"Kalau kita saling menyalahkan, saling sindir dan terpecah itu justru tujuan teroris. Yang harus dilakukan hari ini adalah saling mendoakan juga menguatkan antar kita," Kata Zulkifli Hasan, Selasa (15/8). 

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini, dengan saling menguatkan maka rakyat Indonesia menunjukkan solid dan tegas menolak terorisme. 

-- -

"Kita sampaikan pesan pada teroris itu bahwa Bangsa Indonesia bersatu dan tak bisa diadu adu. Perbedaan -bagi bangsa Indonesia- adalah kekuatan," tegasnya. 

Zulkifli Hasan berharap, momentum memasuki Bulan Ramadhan mempersatukan bangsa Indonesia menjelang tahun politik. 

-- -

"Menyambut tahun politik di bulan ramadhan tetaplah kita jaga persatuan. Pilihan boleh beda, merah putih kita sama," tutupnya.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau