Advertorial

4 Tips Persiapan Mudik Bersama Anak

Kompas.com - 19/05/2018, 12:41 WIB

Mudik bersama keluarga tentu menjadi momen yang paling ditunggu menjelang lebaran. Namun, lamanya perjalanan yang akan ditempuh serta jarak yang cukup jauh kerap membuat beberapa orang khawatir untuk membawa serta si kecil.

Tidak perlu khawatir, kamu hanya perlu melakukan persiapan khusus agar si kecil tetap nyaman dan tidak rewel selama perjalanan mudik. Berikut beberapa tips persiapan mudik bersama anak yang bisa kamu lakukan:

Pilih transportasi yang tepat

Jika harus mudik menggunakan transportasi umum, kamu harus memilih moda transportasi yang tepat.

Saat ini, pesawat masih menjadi pilihan paling aman dan nyaman untuk bepergian bersama keluarga.  Pasalnya, pesawat memiliki durasi perjalanan paling singkat dibanding moda transportasi lainnya sehingga kamu bisa meminimalisasi kondisi rewel anak saat di perjalanan. 

Untuk mencari tiket pesawat dengan penawaran terbaik, kamu bisa menggunakan Traveloka dengan bantuan fitur Best Price Finder. Selain itu, jika kehabisan tiket langsung menuju destinasi mudik, kamu bisa mencari alternatif dengan menggunakan penerbangan transit.

Semuanya dapat kamu persiapkan dengan mudah melalui Traveloka.

Tentukan alternatif transportasi

Saat rencana menggunakan pesawat tidak bisa terlaksana, kamu perlu menyediakan alternatif transportasi terbaik lainnya. Untuk itu, kereta api dan bus dirasa cukup aman bagi si kecil.

Hanya saja, kamu tetap perlu memesan tiket dengan cara yang paling nyaman. Bisa dibayangkan bukan jika kamu harus mengantri tiket sambil membawa si kecil?

Solusinya, kamu dapat mencari dan membeli tiket kereta api atau bus melalui Traveloka. Hasil pencariannya lengkap sehingga kamu mempunyai beragam pilihan untuk menentukan jadwal keberangkatan.

Selain itu, pilih pula kereta api atau bus eksklusif demi kenyamanan si kecil. Misalnya, pilihlah kereta api atau bus dengan model tempat duduk yang dapat direbahkan atau reclining seat. Tempat duduk ini akan membuat kamu dan anak duduk nyaman selama perjalanan.

Ketahui kebiasaan si kecil

Setelah memilih tranportasi umum yang tepat untuk mudik bersama si kecil, sekarang saatnya memahami pola kebiasaannya. Amati kebiasaan dan tingkah lakunya, mulai dari jam tidur, situasi apa yang akan membuatnya tidur lebih tenang, sampai cara menenangkan yang efektif jika ia rewel.

Hal yang tak kalah penting adalah memperhatikan menu makanan si kecil. Kamu harus mempersiapkan bekal makanan yang cocok untuknya.

Jika ternyata dia bosan dengan makanan yang dibawa, kamu bisa mencari alternatifnya dengan menggunakan Traveloka Eats. Kamu bisa membaca ulasan berbagai restoran terdekat dari lokasi dan mencari tahu restoran mana yang cocok untuk anak.

Traveloka Eats sendiri merupakan layanan direktori restoran terbaik yang bisa kamu temukan di kota-kota Indonesia. Mencari makanan yang tepat untuk si kecil saat mudik pun menjadi semakin mudah dengan fitur ini.

Persiapkan aktivitas mengisi waktu

Perjalanan mudik yang memakan waktu cukup lama tentu bisa membuat anak merasa bosan. Hal ini pula yang bisa memicu kondisi rewel. Oleh karena itu, kamu perlu menyiapkan strategi tepat untuk mengatasinya.

Salah satunya, kamu bisa mempersiapkan aktivitas-aktivitas seru yang bisa mengisi waktu si kecil. Mulai dari menyiapkan tontonan film atau video yang biasa ditonton si kecil, membawa buku, hingga mainan favoritnya adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

Kamu pun bisa mengajaknya untuk melihat pemandangan alam sepanjang perjalanan agar fokusnya teralih. Melalui cara itu, anak akan memiliki pengalaman mudik dengan nyaman dan gembira.

Nah, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mudik bersama anak. Buatlah perjalanan mudik ini semakin berkesan untuk si kecil dengan memperhatikan tips-tips di atas.

Jika berkesan untuknya, besar kemungkinan ia akan semakin senang untuk menunggu perjalanan mudik berikutnya. Selamat libur lebaran!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau