Kilas

Hendrar Ajak Santri Aktif Melawan Hoaks

Kompas.com - 22/05/2018, 17:22 WIB


KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, membuka kegiatan "Gerakan Santri Menulis" di Universitas Negeri Semarang, Senin (21/5/2018).

Kegiatan itu diikuti oleh 150 orang santri dari 15 pondok pesantren yang ada di Jawa Tengah,

Gerakan Santri Menulis dimulai pada pukul 08.00 WIB dan selesai pada pukul 18.00 WIB. Kegiatan itu diakhiri dengan berbuka puasa bersama.

Materi yang diberikan untuk para santri seperti teknik jurnalistik dan praktik menulis artikel.

Dengan bekal itu, para santri diharapkan dapat mengembangkan bakat dan minat dalam bidang jurnalistik.

(Baca: Generasi Muda Semarang Diingatkan Agar Tak Ikut Menyebar Hoaks)

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mencegah penyebaran hoaks di Indonesia.

"Melalui Gerakan Santri Menulis ini, para santri dibekali pengetahuan jurnalistik untuk bisa mengontrol bersama berita-berita yang menyebar di masyarakat, apakah itu hoaks atau tidak," katanya.

Berdasarkan data Kemenkominfo, setiap tahun ada sekira 800.000 berita bohong atau hoaks yang terpublikasi dan menyebar ke masyarakat.

"Ini tentu saja menjadi sebuah hal buruk yang harus disikapi bersama-sama," ujarnya. jelasnya.

(Baca: Jelang Tahun Politik, Waspada Berita Hoaks)

Selain di Kota Semarang, Gerakan Santri Menulis akan digelar di berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan akan dipusatkan di perguruan tinggi dan pondok pesantren.

Melalui Gerakan Santri Menulis, ia melanjutkan, para santri didorong untuk mampu aktif menulis artikel-artikel yang berdampak positif di masyarakat.

Indonesia memasuki era kebebasan berpendapat pasca-reformasi. Menurut dia, kebebasan itu seharusnya dapat dimanfaatkan secara positif.

"Apalagi, saat ini, setiap orang dapat mempublikasikan karya jurnalistik sendiri secara online dengan perkembangan teknologi informasi seperti sekarang. Yang harus dipastikan adalah bagaimana keuntungan ini dipergunakan dalam koridor yang benar," katanya.


Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau