Kilas

Birokrasi Bertele-tele Hambat Proyek Palapa Ring Paket Tengah

Kompas.com - 26/05/2018, 19:11 WIB


KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap seluruh bupati dan wali kota mendukung proyek Palapa Ring Paket Tengah agar dapat rampung sesuai target.

Pemangkasan birokrasi dan percepatan perijinan bakal mempercepat pembangunan Proyek Palapa Ring Paket Tengah.

"Sehingga kerja sama pemerintah pusat dengan seluruh masyarakat yang menjadi target Kementerian Kominfo bisa berjalan dengan baik," kata Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, dalam siaran tertulis.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, meninjau pemasangan kabel bawah laut melalui Kapal Nusantara Explore yang berlokasi di perairan Desa Tateli, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Jumat (25/5/2018)

Gubernur Olly bersama Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Edwin Silangen, mendampingi Menkominfo saat meninjau proyek itu.

(Baca: Kabel Optik Palapa Ring akan Diulur di Perbatasan Indonesia-Malaysia)

Warga Sulawesi Utara, utamanya yang tinggal di wilayah perbatasan, sangat mengharapkan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

"Khususnya perhatian Kementerian Kominfo sehingga kami bisa mengikuti perkembangan teknologi informatika yang sangat cepat,” ujar Olly.

Ia berharap, sektor pariwisata dan perekonomian di Sulawesi Utara bakal meningkat dengan adanya akses teknologi informatika.

Peta pembagian wilayah proyek Palapa Ring di seluruh wilayah IndonesiaKOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Peta pembagian wilayah proyek Palapa Ring di seluruh wilayah Indonesia

Pangkas regulasi

Menkominfo, Rudiantara, mengatakan kunjungan dilakukan agar proyek Palapa Ring Paket Tengah sepanjang 1700 kilometer di laut bisa selesai akhir tahun ini.

Saat ini, pembangunan Palapa Ring Paket Tengah sudah mencapai 77,49 persen dan masuk tahap penggelaran kabel optik bawah laut Kabupaten Minahasa.

Menkominfo berterima kasih pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang sangat mendukung pelaksanaan proyek ini.

Ia pun meminta agar Gubernur Olly mempercepat proses perijinan agar jaringan internet dapat dinikmati seluruh masyarakat Sulawesi Utara secepat mungkin.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mendampingi Menkominfo, Rudiantara, meninjau pemasangan kabel bawah laut melalui kapal Nusantara Explore yang berlokasi di perairan Desa Tateli, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Jumat (25/5/2018)Dok. Humas Pemprov Sulut Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mendampingi Menkominfo, Rudiantara, meninjau pemasangan kabel bawah laut melalui kapal Nusantara Explore yang berlokasi di perairan Desa Tateli, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Jumat (25/5/2018)

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik sepanjang 3.600 kilometer yang akan menjangkau 440 kabupaten/kota se-Indonesia.

Pembangunan Palapa Ring terbagi tiga, yakni Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Timur, dan Palapa Ring Paket Tengah.

Proyek menyasar kabupaten/kota yang tidak layak secara ekonomi dan bukan merupakan area pembangunan komersil.

Ada pun proyek Palapa Ring terbesar menyasar wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, hingga ke Kabupaten Sangihe dengan total panjang serat kabel optik sekira 2.995 kilometer. Proyek tersebut akan menjangkau 27 kabupaten/kota.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau