Kilas

Hendrar-Basuki Sepakat Bangun Jalan Layang Bandara Semarang

Kompas.com - 28/05/2018, 11:40 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berkomitmen mendukung operasional Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Minggu (27/5/2018) Dok. Humas Pemkot SemarangMenteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berkomitmen mendukung operasional Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Minggu (27/5/2018)

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, bersepakat mendukung operasional Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang.

Dukungan diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, salah satunya membangun jalan layang khusus menuju bandara.

Ada pun kewenanganan pengelolaan bandara yang mulai beroperasi pada 2 Juni 2018 itu merupakan tanggung jawab Kementerian Perhubungan.

"Pengalaman yang terjadi di bandara-bandara lain seperti Juanda dan Kualanamu jalannya tidak dedicated (dikhususkan) untuk bandara, padahal bandaranya bandara internasional", kata Basuki Hadimuljono usai berdikusi dengan Wali Kota Semarang di Kota Semarang, Minggu (27/5/2018).

(Baca: Layani Mudik, Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Beroperasi 2 Juni)

Dalam siaran tertulis, Pemerintah Kota Semarang mengusulkan Jalan Anjasmoro dimanfaatkan untuk akses khusus ke bandara tersebut.

"Maka dari itu hari ini ada usulan dari Pak Wali untuk memanfaatkan Jalan Anjasmoro untuk menjadi jalan khusus ke bandara dengan elevated atau jalan melayang," ujarnya.

Rencananya, jalan layang tersebut dibangun mulai dari simpang empat jalan nasional (simpang Yos Sudarso) di ujung Jalan Anjasmoro, Kota Semarang hingga ke bandara sepanjang 1,2 kilometer.

Menteri PUPR dan Wali Kota Semarang juga bersepakat pembangunan jalan layang selesai tahun ini.

(Baca: Jalan Layang Lengkapi Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang)

Basuki menegaskan pemerintah tidak berencana membangun kereta bandara di Semarang. Alasannya, bandara terletak relatif dekat dengan pusat kota.

Walau pun begitu, Wali Kota Semarang tetap akan membangun Light Rail Transit (LRT) atau monorel dari bandara ke pusat kota.

"Hari ini pembangunan LRT tersebut sudah sampai proses kajian, kita upayakan secepat mungkin dimulai pembangunan fisiknya," kata Hendrar.

Saat ini, masyarakat bisa menggunakan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor 5 menuju dan dari bandara.

Bus Rapid Transit (BRT) Trans SemarangKontributor Semarang, Nazar Nurdin Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang

Tak hanya itu, pemerintah berencana menghubungkan Bandara Internasional Semarang dengan jalan tol Semarang-Demak dan jalan tol Semarang-Kendal.

"Tadi juga Pak Menteri rencananya akan mengkoneksikan bandara dengan jalan Tol Semarang ke Demak dan Semarang ke Kendal. Saya rasa untuk akses pendukung sudah sangat mumpuni untuk sebagai bandara international," ujarnya.

Baca tentang