Advertorial

Kembali Gelar Mudik Gratis, Sido Muncul Berangkatkan 13 Ribu Pedagang Jamu

Kompas.com - 11/06/2018, 02:16 WIB

Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar program mudik gratis. Kali ini, Sido Muncul memberangkatkan sekitar 13.000 pemudik yang berprofesi sebagai pedagang jamu. Tidak tanggung-tanggung, Sido muncul telah menyiapkan 220 buah bus di sejumlah titik keberangkatan.

Momen pelepasan sebagian peserta mudik telah berlangsung pada Sabtu (9/6/2018) pagi. Sebanyak 114 bus berangkat dari halaman Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Sementara itu, 106 bus lainnya ditempatkan di berbagai daerah strategis, seperti Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong.

Sido Muncul menyiap 220 bus untuk 13.000 pemudik yang berasal dari kalangan pedagang jamu se-Jabodetabek.Advertorial Sido Muncul menyiap 220 bus untuk 13.000 pemudik yang berasal dari kalangan pedagang jamu se-Jabodetabek.

"Di acara yang ke-29 kalinya ini, mudik gratis dari Sido Muncul punya hal baru. Bus yang kami sediakan semuanya ber-AC. Jadi pemudik akan merasa nyaman walaupun menempuh jarak yang panjang,” ujar Irwan Hidayat selaku Direktur Sido Muncul saat memberikan kata sambutan pada acara bertajuk Pelepasan Peserta Mudik Gratis Sido Muncul 2018.

Irwan mengutarakan bahwa selain menyediakan fasilitas bus, Sido Muncul juga meminta bantuan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk melakukan pengamanan perjalanan mudik. Tidak hanya itu saja, para pengemudi bus juga diwajibkan untuk menjalankan tes urine terlebih dahulu guna memastikan kondisi fisik yang prima.

Presiden Direktur Irwan Hidayat berfoto bersama perwakilan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di tengah acara Mudik Gratis Sido Muncul 2018 yang dilaksanakan pada Sabtu (9/6/2018) pagi di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.Advertorial Presiden Direktur Irwan Hidayat berfoto bersama perwakilan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di tengah acara Mudik Gratis Sido Muncul 2018 yang dilaksanakan pada Sabtu (9/6/2018) pagi di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

“Harapan saya para pemudik bisa selamat sampai tujuan. Bisa merasakan lebaran bersama keluarga. Saya juga berharap tahun depan Sido Muncul bisa melakukan mudik gratis kembali,” kata Irwan.

Selain melakukan pelepasan peserta mudik, Sido Muncul juga meluncurkan varian produk baru yang bernama Kuku Bima Energi Plus Vitamin C. Varian ini merupakan hasil perpaduan antara minuman berenergi dengan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh, sehingga tubuh tidak hanya segar dan bugar, tetapi juga sehat.

Presiden Direktur Irwan Hidayat berbincang dengan peserta program Mudik Gratis Sido Muncul 2018 di salah satu bus yang berangkat dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Tahun ini, Sido Muncul menyediakan 220 bus untuk 13.000 pemudik yang berasal dari kalangan pedagang jamu.Advertorial Presiden Direktur Irwan Hidayat berbincang dengan peserta program Mudik Gratis Sido Muncul 2018 di salah satu bus yang berangkat dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Tahun ini, Sido Muncul menyediakan 220 bus untuk 13.000 pemudik yang berasal dari kalangan pedagang jamu.

Seperti diketahui, program mudik gratis ini lahir dari kepedulian Sido Muncul terhadap para pedagang jamu yang hidup merantau di Jakarta dan ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama keluarga. Sejak pertama kali digelar pada 1991 lalu hingga tahun ini, terhitung ada 347.000 orang yang telah mengikuti program tersebut.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, para peserta mudik pun tidak hanya terbatas dari kalangan pedagang jamu saja, tetapi juga para pedagang asongan dan pembantu rumah tangga. Dengan pencapaian tersebut, bisa dibilang Sido Muncul merupakan pelopor program mudik gratis terbesar di Indonesia. Bahkan, aksi tersebut menginspirasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan hal serupa pada 2019 mendatang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau