Kilas

Likupang dan Pulau Lembeh Bakal Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Kompas.com - 27/06/2018, 16:38 WIB


KOMPAS.com -Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong pariwisata sebagai sektor unggulan baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

"Untuk menunjang perkembangan kepariwisataan di Sulut, pemerintah berupaya keras menyiapkan sarana dan sarana penunjang pendukung sektor pariwisata diantaranya mempersiapkan proyek strategis mencanangkan wilayah Likupang hingga Pulau Lembeh menjadi destinasi wisata kelas dunia," kata Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya  yang dibacakan Kepala Bappeda Ricky Tumandoek pada pembukaan Focus Grup Discussion Lembeh Island Low Carbon and Smart Infrastructure Development, Selasa (26/06/18).

Dalam 3 tahun terakhir, kata Olly, terjadi peningkatan signifikan terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara.

Pada 2015, jumlah wisatawan mancanegara berjumlah 27.059 orang meningkat menjadi 48.288 pada 2016. Sementara pada 2017, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 86.976.

(Baca: Tingkatkan Wisman Menpar Sarankan Manado Jadi Hub untuk Gorontalo)

Lonjakan wisatawan terjadi karena adanya sejumlah maskapai membuka penerbangan langsung ke kota-kota besar di China dari Manado.

Dengan begitu, wisatawan asal Tiongkok mendominasi kunjungan wisata ke Sulawesi Utara. Sementara, wisatawan domestik pada 2016 tercatat 1.484.402 orang dan meningkat menjadi 1.698.523 orang pada 2017.

Haluan perahu bermesin tempel mengarahkan tujuan menuju kampung-kampung di Pulau Lembeh yang menyimpan potensi wisata bahari yang tidak kalah indah dan berbiaya murah.Kompas.com/Ronny Adolof Buol Haluan perahu bermesin tempel mengarahkan tujuan menuju kampung-kampung di Pulau Lembeh yang menyimpan potensi wisata bahari yang tidak kalah indah dan berbiaya murah.

Oleh karena itu, Pemprov Sulut menawarkan kerja sama dengan berbagai pihak dan investor dalam upaya membangun infrastuktur penunjang konektivitas, yakni jembatan Bitung- Lembeh serta Bandara Internasional di Pulau Lembeh, di samping pembangunan KEK Bitung dan pengembangan International Hub Port (IHP) Bitung.

(Baca: Olly Undang Kadin untuk Berinvestasi di Sulawesi Utara)

"Saya mengajak Bapak/Ibu untuk terus bahu-membahu bekerja bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan rakyat di Bumi Nyiur Melambai ini," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menawarkan potensi pariwisata Pulau Lembeh dan Likupang pada sejumlah investor asing, khususnya dari ChinaDok. Humas Pemprov Sulut Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menawarkan potensi pariwisata Pulau Lembeh dan Likupang pada sejumlah investor asing, khususnya dari China

Turut hadir dalam forum tersebut Walikota Bitung Max J. Lomban, Perwakilan Duta Besar Cina untuk Indonesia Mr.Xie Cheng Suo, President of APSEC Prof. Zhu Li, delegasi dari Negara China di bawah oganisasi APEC Sustainable Development Center (APECSEC), APEC Marine Sustainable Development Center (AMSDC), China Renewable Energy Engineering Institute (CREII), China Electronic Energy Group (CETC), CGCOC Group Asia, dan Rainbow Fish Shanghai.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau