Advertorial

Kopi Indonesia Eksis Selama Piala Dunia 2018 di Rusia

Kompas.com - 05/07/2018, 11:28 WIB

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia jadi negara yang paling heboh selama beberapa tahun belakangan ini. Pesta bola ini nampaknya tidak dirayakan oleh pecinta bola saja, melainkan juga orang-orang Rusia secara umum.

Meski sudah 11 kali berpartisipasi di ajang Piala Dunia, namun tahun 2018 ini menjadi kali pertama Rusia menjadi tuan rumah. Berbagai persiapan dilakukan Rusia selama beberapa tahun belakangan, misalnya memodifikasi Stadion Sentral Yekaterinburg agar penonton bisa menonton dari luar, serta mencetak uang khusus untuk ajang ini dengan nilai 100 rubel sebanyak 20 juta kopi sebagai cinderamata untuk ajang ini.

Namun tentu saja pesta bola ini bukan jadi pestanya orang Rusia saja. Bayangkan, ada 32 negara yang berpartisipasi dalam ajang ini. Meskipun beberapa telah gugur, namun di masa awal turnamen setiap negara yang timnasnya berjuang di Piala Dunia pasti tak kalah heboh dengan sang tuan rumah.

Bahkan, atmosfer Piala Dunia di Indonesia juga begitu kuat meski tim sepak bolanya belum berkesempatan berangkat ke Rusia. Mayoritas orang Indonesia memang begitu mencintai olahraga ini, sehingga wajar saja bila Piala Dunia menjadi momen terpenting sepanjang hidup.

Meski timnas dan suporter Indonesia tidak hadir secara langsung untuk meriahkan Piala Dunia di Rusia, namun hebatnya kopi Indonesia eksis di sana. Rupanya Torabika Cappuccino dijual di Rusia dan digemari anak muda di sana.Torabika Cappuccino memiliki creamy foam yang tebal dengan tambahan topping choco granule dari cokelat asli yang menghadirkan rasa cappuccino ala café. Tak heran, Torabika Cappuccino juga jadi pilihan anak muda di Rusia.

Jadi, tak perlu kecil hati bila Indonesia belum berpartisipasi di Piala Dunia 2018. Setidaknya produk kopi Torabika Cappuccino telah mewakili kehadiran Indonesia di sana. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau