Advertorial

Bank bjb Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini

Kompas.com - 06/07/2018, 11:34 WIB

BANDUNG-- Budaya menabung masyarakat Indonesia terbilang cukup rendah dibandingkan dengan negara Asia lain. Tercermin dari rendahnya marginal propensity to save atau keinginan untuk menabung masyarakat meskipun produk domestik bruto (PDB) meningkat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2015, rasio tabungan terhadap PDB hanya sebesar 34,8 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan Singapura dan Tiongkok yang mencapai 49 persen atau Filipina sebesar 46 persen.

Padahal, Indonesia dikaruniai jumlah penduduk yang sangat besar. Jumlah tersebut seharusnya dapat menjadi salah satu kekuatan bagi industri jasa keuangan nasional dalam meningkatkan rasio porsi tabungan. 

Menyikapi fakta tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemudian menggagas program nasional berupa tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) pada tahun 2015. Tujuannya adalah untuk membangun serta membentuk budaya gemar menabung sejak usia dini.

bank bjb kemudian hadir sebagai salah satu perbankan yang pertama kali mendukung dan memperkenalkan tabungan SimPel kepada masyarakat. Keterlibatan bank bjb merupakan bukti dukungan atas program pemerintah terkait inklusi keuangan berkelanjutan.

"Kami berharap bjb dapat menjadi salah satu bagian yang turut memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa. Menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup," ujar Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan.

Adaptasi produk kemudian dilakukan sesuai dengan keadaan dan karakteristik pelajar. Tujuannya agar SimPel diminati dan dapat menarik keinginan pelajar untuk menabung di bank, baik dari tingkat pendidikan TK hingga SMA atau SMK. 

Salah satu penyesuaian yang dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan dalam persyaratan pembukaan rekening dengan setoran awal hanya Rp 5.000. Fitur menarik lain dihadirkan melalui nama rekening atas nama pelajar meski belum memiliki KTP.

"Kami terus memberi stimulasi kepada para pelajar untuk gemar menabung. Karena menabung dapat memberikan banyak manfaat sebagai investasi dan persiapan di masa depan,” ujar Ahmad Irfan.

Terlebih SimPel tidak memberikan bunga kepada nasabah. Sebagai gantinya, bank bjb memberikan reward yang sangat menarik kepada nasabah pelajar. Misalnya, pemberian reward kepada pelajar yang paling rajin menabung.

Adapun mekanisme pembukaan rekening adalah dengan mengisi formulir di kantor bank bjb dan menyertakan Kartu Pelajar sebagai KTP. Formulir tersebut ditandatangani oleh orang tua dan anak sebagai nasabah pelajar.

Untuk lebih mendekatkan SimPel dan meningkatkan minat pelajar untuk menabung, bank bjb telah bekerja sama dengan beberapa pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Selain SimPel, bank bjb juga memiliki produk tabungan anak, yakni bjb Tandamata My First yang diperuntukan bagi usia di bawah 17 tahun. Persyaratan yang harus dilengkapi juga terbilang mudah, yakni hanya menyerahkan dokumen berupa KTP orang tua dan akta kelahiran anak beserta setoran awal senilai Rp 50.000.

Keunggulan utama dari bjb Tandamata My First adalah bebas biaya administrasi bulanan tabungan dan kartu ATM. Selain itu, gratis pembuatan kartu perdana serta bebas biaya tarik tunai di seluruh ATM di Indonesia, baik bank bjb, Bersama, dan Prima. 

- -

Tabungan bjb Tandamata My First juga menggunakan nama nasabah anak dengan desain karakter yang menarik. Dengan begitu, diharapkan anak dapat merasa bangga serta memberikan semangat untuk terus meningkatkan saldo tabungan.

Dalam mengenalkan dan meningkatkan jumlah nasabah tabungan bjb Tandamata My First, bank bjb mengemasnya lewat ragam kegiatan yang melibatkan peserta pelajar. Salah satunya adalah melalui kompetisi bjb Soccer Festival dan bjb Futsal Championship.

Peserta pelajar yang berasal dari tingkat pendidikan SD hingga SMA pada kedua kompetisi tersebut telah lebih dulu diberikan persyaratan untuk membuka tabungan bjb Tandamata My First. 

"Jadi, peserta harus lebih dulu membuka tabungan bank bjb Tandamata My First dengan saldo minimal Rp 200.000. Jadi, tabungan dapat dilanjutkan dan tidak dikenai biaya pendaftaran," ujar Ketua Bidang Olahraga bjb Club Hendi Heryawan. 

Kepedulian bank bjb dalam mengenalkan dan menggiatkan kembali semangat menabung di kalangan pelajar ini sejalan dengan tujuan bisnis untuk meraih number of account dan dana pihak ketiga. Mengingat kalangan pelajar merupakan salah satu target pasar bank bjb.

"Selain itu juga, diharapkan dapat meningkatan brand awareness serta corporate image bank bjb kepada masyarakat sebagai bank yang peduli terhadap bidang olahraga dan kegiatan positif para generasi muda," ujar Pemimpin Grup Marketing Communication Corporate Secretary Division bank bjb Susie Permatasari. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau