Advertorial

Contoh Cara Melakukan Pembelian Tiket Pesawat Murah Secara Online

Kompas.com - 24/07/2018, 20:13 WIB

Masihkah Anda bergantung -atau malah berharap pada keberuntungan saat berburu tiket pesawat murah? Bagi banyak orang, berburu tiket pesawat seperti mencoba memecahkan teka-teki karena harganya yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Akan tetapi, teka-teki ini ternyata bisa dipecahkan jika Anda memahami strategi mencari tiket pesawat murah promo. Mau tahu? Silakan simak ulasannya di artikel ini.

1. Jadi yang paling update

Ini saatnya Anda memanfaatkan teknologi dengan tepat guna. Ya, daftarkan diri sebagai member dan berlangganan newsletter dari situs penjual tiket pesawat online agar selalu update dengan info tiket promo.

Jangan lupa, follow media sosial, seperti Twitter, Facebook atau Instagram situs-situs itu. Tidak jarang, beberapa situs mengumumkan tiket promo hanya di laman Facebook-nya saja. Jangan sampai menyesal karena hal sepele ini menjadikan Anda ketinggalan info tiket promo.

2. Berburu dengan menggunakan laptop dan mode penyamaran

Jangan heran jika Anda mendapati harga tiket pesawat semakin bertambah mahal setiap kali dicek. Hal ini memang terjadi karena sebuah website akan menaikkan harga berdasarkan cookie pada browser sehingga mendorong Anda untuk segera melakukan pembelian.

Agar hal ini tidak terjadi, selalu gunakan mode incognito atau penyamaran pada browser untuk mengintai harga tiket termurah. Caranya cukup mudah, yakni:

Google Chrome           : Tekan ctrl + shift + n (jika menggunakan Windows)

Mozilla Firefox           : Tekan ctrl + shift + p

Safari                           : Menu kemudian pilih private browsing

Cookie pada browser Anda akan ter-reset setiap Anda membuka mode incognito.

3. Fleksibel dan perhatikan waktu keberangkatan

Salah satu kunci mendapat tiket murah adalah fleksibel dengan waktu dan tujuan. Maka mulailah dengan memilih hari penerbangan pada hari Rabu karena biasanya harga tiket pesawat mahal menjelang akhir pekan.

Tiket juga biasanya lebih murah jika Anda terbang setelah hari libur nasional.

Anda juga bisa memilih bandara sekunder. Kota-kota besar biasanya memiliki bandara sekunder yang lebih kecil. Bagi sebuah maskapai penerbangan, mendaratkan pesawatnya di bandara sekunder memakan lebih sedikit biaya daripada mendarat di bandara utama.

Hal ini memengaruhi harga tiket sehingga seringkali tiket pesawat yang mendarat di bandara sekunder relatif lebih murah dari tiket pesawat yang mendarat di bandara utama.

Penerbangan pertama atau penerbangan terakhir bisa jadi lebih murah karena banyak orang yang tidak ingin terbang terlalu pagi atau terlalu malam. Jangan lupa pula untuk mengecek dan membandingkan harga tiket pada tanggal-tanggal lain.

Dikutip dari Blog Traveloka, infografis di bawah ini menjelaskan apa saja yang perlu di cek ketika membeli tiket pesawat:

Sumber : https://blog.traveloka.com/infografik/traveloka-bocorkan-3-cara-jitu-pesan-tiket-pesawat/

4. Manfaatkan kartu kredit

Apabila Anda memegang prinsip hidup bebas utang, cobalah untuk lebih fleksibel dalam hal memesan tiket pesawat. Banyak layanan kartu kredit yang sebenarnya bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan tiket lebih murah.

Layanan paling umum adalah berbentuk poin yang bisa ditukar dengan diskon tiket pesawat. Manfaatkan dan yang terakhir.

5. Segera pesan!

Jangan menunda jika Anda benar-benar membutuhkan tiket dan sudah menentukan waktu, serta tujuan.

Pesan sekarang juga! Apalagi Anda sudah memerhatikan poin-poin di atas, Anda pasti bisa mendapat penawaran harga terbaik. Proses perjalanan dengan pesawat pun bisa kamu lalui dengan mudah, aman, dan nyaman.

Jadi, tunggu apa lagi? Pesan sekarang!

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau