Kilas

Wali Kota Semarang Optimistis Harga Ayam Dan Telur Cepat Stabil

Kompas.com - 26/07/2018, 19:14 WIB

 
SEMARANG, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyempatkan diri berkunjung ke sejumlah pasar sebelum berangkat ke kantor pada Rabu (25/7/2018) pagi.

Salah satu pasar yang dikunjungi Hendrar adalah Pasar Prembaen yang terletak di Jalan Depok tak jauh dari Jalan Pemuda, Kota Semarang.

Hendrar menemui sejumlah pedagang dan pembeli untuk mencari tahu soal kenaikan harga daging ayam dan telur ayam ras.

Kartika salah satu ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di Pasar Prembaen pagi itu mengatakan,  harga ayam dan telur memang masih tinggi. Meski demikian, ia bersyukur karena harga daging ayam dan telur ayam ras sudah mulai turun.

Baca juga: Harga Telur dan Ayam Masih Mahal, Apakah Ada Penimbunan?

"Ya Alhamdulillah sudah mulai turun, harapannya sih bisa cepat stabil,” kata dia.

Ia mengaku mesti mengganti jenis lauk yang dihidangkan untuk keluarganya karena kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut.

"Menyiasatinya ya ganti masak tahu tempe dulu, nanti kalau sudah stabil baru masak ayam lagi," ujar dia.

Berdasarkan hasil kunjungan itu, Hendrar menemukan harga telur ayam ras di Pasar Prembaen Rp 26.000/kilogram, sedangkan daging ayam mencapai Rp 40.000/kilogram.

Baca juga: Harga Telur Ayam Meroket, Apa Penyebabnya?

"Harga ayam dan telur walaupun masih tinggi tapi sudah berangsur turun. Akan dipantau terus pergerakan harganya setiap hari," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak berpangku tangan dalam menghadapi fenomena kenaikan harga ayam dan telur di pasaran.

"Kita pantau sejak dua minggu yang lalu secara langsung maupun melalui sistem harga komoditi yang kami miliki. Memang grafik harganya hari ke hari masih fluktuatif, tapi kita sudah dapat kepastian kalau pasokannya cukup sehingga saya yakin sebentar lagi akan stabil,” ujarnya.

Harga fluktuatif

Berdasarkan data aplikasi sistem harga komoditi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Semarang, harga ayam sudah sempat mengalami penurunan dari Rp 38.400/kilogram pada 12 Juli 2018 menjadi Rp 36.400/kilogram pada 20 Juli 2018.

Namun, pada minggu ini harga ayam tersebut kembali naik hingga menyentuh angka lebih dari Rp 40.000/kilogram.
 
Sedangkan harga telur ayam, masih sesuai data aplikasi sistem harga komoditi yang digunakan oleh Pemerintah Kota Semarang, tercatat puncak kenaikan harga sudah terlewati dan minggu ini berangsur-angsur turun.

Berdasarkan catatan Hendrar, pada 11 Juli 2018 harga telur ayam memang sempat menyentuh angka Rp 28.000/kilogram. Namun, dalam minggu ini sudah mulai bisa dikendalikan hingga kurang dari Rp 26.000/kilogram.

Antisipasi kekurangan protein
 
Ia berharap, seluruh masyarakat Kota Semarang dapat bergerak bersama untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Saya tentunya mengharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengendalikan harga ayam dan telur ini, salah satunya dengan sementara beralih ke bahan makanan lain untuk mencukupi asupan protein, misalnya seperti ikan, tempe, tahun, dan seterusnya," kata dia.

Menurut dia, harga ayam dan telur akan lebih mudah dikendalikan bila permintaan pembeli tidak banyak.


Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau