Kilas

Menko Puan Hadiri Peluncuran Program Rumah Pemilu Kompas

Kompas.com - 03/08/2018, 13:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko PMK Puan Maharani turut menghadiri launching program Rumah Pemilu Kompas Media Grup yang dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (2/8/2018).

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Pemred Kompas.com, Pemred Harian Kompas, Pemred Kompas TV, dan Pemimpin Umum Kompas Gramedia meresmikan acara itu.

Adapun Rumah Pemilu merupakan program kolaborasi Harian Kompas, Kompas.com, dan KompasTV.

Peresmian program Rumah Pemilu Kompas sendiri dilakukan di sela-sela acara talk show Rosi Spesial Rumah Pemilu.

Anak mantan presiden

Menko PMK Puan Maharani (jaket merah) menghadiri peluncuran program Rumah Pemilu di Menara Kompas, Kamis (2/8/2018)Dok. Humas Kemenko PMK Menko PMK Puan Maharani (jaket merah) menghadiri peluncuran program Rumah Pemilu di Menara Kompas, Kamis (2/8/2018)

Setelah peresmian, talk show dilanjutkan dengan menghadirkan narasumber anak-anak mantan Presiden Republik Indonesia seperti Titik Soeharto anak mantan Presiden Soeharto, Ilham Habibie anak mantan Presiden BJ Habibie, Alisa Wahid anak mantan Presiden Abdurrahman Wahid, dan Puan Maharani anak mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Dalam kesempatan itu, Rosiana Silalahi pembawa acara menanyakan bagaimana rasanya menjadi anak Presiden kepada para narasumber.

Menko Puan dalam kesempatan itu mengatakan bahwa sebagai anak Presiden waktu itu dijalankan dengan biasa saja. Artinya, ia tak menginginkan adanya pengawalan dan protokoler berlebihan.

Apalagi, ketika sang ibu menjadi Presiden RI, Puan juga telah berkeluarga. Karena itu, Puan tak ingin masa bersama keluarga terkekang oleh pengawalan dan protokoler.

Baca juga: PDIP Sebut Megawati Tak Intervensi Penentuan Cawapres Jokowi

Puan Maharani juga menceritakan bagaimana orang tuanya mendidik agar ia tekun belajar dan menjalankan perintah agama. Orang tua Puan juga menanamkan nilai bagaimana kaum lelaki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam segala hal.

"Orang tua saya benar-benar egaliter. Saya selalu ditekankan bahwa lelaki dan perempuan itu memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai hal. Meaki begitu jika menekuni suatu profesi, harus dilakukan secara profesional," ujarnya.

Menutup talk show, Rosi membagikan lukisan masing-masing narasumber. Dalam pesannya, Rosi menyampaikan bahwa sikap politik Presiden dan anak-anaknya boleh berbeda, namun silaturahmi tetap harus diutamakan.

Apalagi, sesaat lagi bangsa Indonesia akan melakukan pesta demokrasi, Pemilu 2019. Turut hadir dalam kesempatan itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua KPK Agus Raharjo, dan Ketua KPU Arief Budiman.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau