Advertorial

BKKBN Gelar Dialog Nasional untuk Tingkatkan Kualitas dan Keseimbangan Pertumbuhan Penduduk

Kompas.com - 09/08/2018, 17:52 WIB

Sebagai pengemban mandat di bidang pembangunan manusia (SDM), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merangkul seluruh elemen masyarakat untuk turut mewujudkan Nawacita. Pembangunan berwawasan kependudukan ini dilakukan dengan berbagai upaya, di antaranya pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB). Program KB ini pun dilakukan agar terwujud norma keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera di tanah air.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, BKKBN menyelenggarakan dialog nasional dengan tema “Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas” pada Kamis (9/8) di Tangerang. Tak kurang dari 300 peserta yang merupakan petugas pos KB, pengurus kampung KB, serta masyarakat di lingkungan kota Tangerang.

Di sela-sela acara, Sigit pun menyampaikan apresiasinya kepada para kader yang telah membantu BKKBN mensosialisasikan program KB di masyarakat. Menurutnya, dibutuhkan kerjasama antar sektor dari semua level untuk mensukseskan program tersebut.

“Sinkronisasi dan integrasi kebijakan dengan sektor terkait sangat diperlukan, selain itu juga diperlukan promosi dan publikasi program KKBPK, dan tidak kalah penting adalah pengelolaan sumber daya internal eksternal secara optimal dan akuntabel,” katanya.

Ratusan peserta dialog yang merupakan petugas KB,  pengurus kampung KB, dan masyarakat di lingkungan kota Tangerang. Ratusan peserta dialog yang merupakan petugas KB, pengurus kampung KB, dan masyarakat di lingkungan kota Tangerang.

Ada empat topik dialog yang disajikan, salah satunya yakni “Program BKKBN dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas” yang dibawakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Sigit Priohutomo. Sesi kedua pun dilanjutkan oleh Anggota III BPK RI Achsanul Qosasi dengan tema “Peran BPK dalam Mendorong Terwujudnya Keluarga Indonesia yang Seimbang dan Sejahtera”.

Selain kedua topik tersebut, dialog pun berlanjut dengan membahas peran pemerintah dalam mewujudkan cita-cita keluarga Indonesia yang berkualitas. Anggota VI BPR RI Harry Azhar Azis menyampaikan materi “Peranan BPK RI dalam Mengawal Transparansi dan Akuntabilitas Program Jaminan Kesehatan Nasional” dan dilanjutkan dengan materi “Peran Legislator dalam Mendukung Perwujudan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas” oleh Anggota Komisi XI DPR RI Andi Achmad Dara.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BKKBN, Sigit Priohutomo saat menemui wartawan usai sesi dialog. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BKKBN, Sigit Priohutomo saat menemui wartawan usai sesi dialog.

Acara ini pun disambut positif, baik oleh para peserta maupun pihak BPK sebagai mitra. Ke depannya, diharapkan dialog ini bisa terus diselenggarakan di kota-kota lain di Indonesia. Karenanya, Sigit berharap terus terjalin kerja sama antara pihak-pihak terkait, mulai dari pemerintah hingga pelaksana di lapangan.

“Kita jalankan program amanat dari pemerintah, anggaran dari pemerintah, perencanaan pun kita libatkan DPR, dalam pelaksanaannya pun terkait dengan mereka. Tapi paling penting  adalah pengawasan dari DPR dan pemeriksaan dari BPK supaya pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau