Advertorial

Lewat Siswa Mengenal Nusantara, Menteri Rini Ingin Cetak SDM Berkualitas

Kompas.com - 11/08/2018, 14:04 WIB

Jakarta, 10 Agustus 2018 - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berperan dalam mencetak generasi muda berkualitas yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Salah satunya melalui program  Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018.

Menteri BUMN Rini Soemarno berharap peserta yang mengikuti program SMN 2018 bisa tumbuh menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa. Tak hanya itu, melalui program ini juga akan mengajarkan peserta untuk lebih mengenal budaya Nusantara dan kiprah BUMN dalam membangun negeri.

"Indonesia begitu besar, begitu kaya dengan keanekaragaman suku dan budaya. Program yang sudah kami gagas sejak tahun 2015 sangat bermanfaat untuk meningkatan pengetahuan, terutama untuk saling mengenal kebudayaan satu sama lain. Berbagai pelajaran dan pengalaman yang didapat dari program SMN ini bisa menjadi  bekal untuk menjadikan adik-adik sekalian SDM yang berkualitas demi bisa membangun Indonesia ," ujar Rini dalam acara Launching Program Siswa Mengenal Nusantara tahun 2018 di Vertical Garden, Telkom Landmark Tower, Jakarta, Jumat (10/8/2018)

Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada peserta Program SMN pada event Inspiration Day di Telkom Landmark Tower, Jakarta (10/8). Pada event ini, Menteri BUMN sekaligus secara resmi melepas 150 siswa  untuk mulai menjalankan kegiatan pertukaran pelajar ke beberapa provinsi di Indonesia. Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada peserta Program SMN pada event Inspiration Day di Telkom Landmark Tower, Jakarta (10/8). Pada event ini, Menteri BUMN sekaligus secara resmi melepas 150 siswa untuk mulai menjalankan kegiatan pertukaran pelajar ke beberapa provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini juga secara resmi melepas 150 siswa Program SMN. Pelepasan peserta yang bertajuk Inspiration Day ini, merupakan titik awal bagi para peserta untuk mulai menjalankan kegiatan pertukaran pelajar ke berbagai provinsi di Indonesia.

Selama dikirim ke provinsi tujuan, para peserta akan tinggal bersama keluarga angkat yang merupakan warga asli daerah tersebut. Para peserta akan memperoleh materi seperti wawasan sosial budaya, pendidikan, entrepreneurship, BUMN dan Nusantara.

Peserta program SMN adalah para pelajar terpilih yang telah melewati serangkaian proses seleksi, terkait prestasi akademik dan/atau non akademik, aktif sebagai pengurus organisasi, dan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Untuk menciptakan kesempatan bagi seluruh pelajar tanpa terkecuali, program ini juga mengikutsertakan peserta difabel.

Perwakilan peserta SMN asal Papua menyimak penjelasan Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah didampingi oleh PGS Dirut Telkom David Bangun mengenai pembangunan infrastruktur ICT di Wilayah Timur Indonesia. Perwakilan peserta SMN asal Papua menyimak penjelasan Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah didampingi oleh PGS Dirut Telkom David Bangun mengenai pembangunan infrastruktur ICT di Wilayah Timur Indonesia.

"Saya mendorong BUMN untuk terus mengambil bagian dalam program ini dan terus mendorong kemajuan serta prestasi generasi muda dan keutuhan negara ini tetap terjaga. Terima kasih kepada BUMN-BUMN yang sudah terlibat dalam program ini" imbuh Rini.

Siswa program SMN yang hadir pada kesempatan ini, melibatkan peserta dari 6 BUMN diantaranya Telkom sebagai koordinator Provinsi DKI Jakarta, BNI sebagai koordinator Provinsi D.I Aceh, Pertamina sebagai koordinator Provinsi Papua, WIKA sebagai koordinator Provinsi Sulawesi Tengah, Pelindo 2 sebagai koordinator Provinsi Bangka Belitung, dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebagai koordinator Provinsi Kalimantan Utara.

Turut hadir dalam kegiatan ini pejabat eselon I dan eselon II Kementerian BUMN, PGS Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) David Bangun, Direktur Utama PT JIEP (Persero) Landi R. Mangaweang,  Direktur Keuangan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) Daly Maulana dan Direktur Utama Perum PNRI Djakfarudin Junus, selaku BUMN PIC dan Co-PIC Program BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2018 di Provinsi DKI Jakarta, serta para Direktur Utama dan Direktur BUMN lainnya.

Para peserta Program Siswa Mengenal Nusantara antusias mengikuti Digital Sharing Session di Telkom Landmark Tower, Jakarta (10/8) Para peserta Program Siswa Mengenal Nusantara antusias mengikuti Digital Sharing Session di Telkom Landmark Tower, Jakarta (10/8)

PGS Direktur Utama Telkom David Bangun menegaskan jika pihaknya mendukung penuh pelaksanaan SMN dalam rangkaian program BUMN Hadir untuk Negeri.

“Di era serba digital ini, terbuka kesempatan lebar bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan dalam masing-masing bidang yang diminati. Telkom sebagai BUMN di bidang telekomunikasi digital berupaya memberikan dukungan maksimal, khususnya dari sisi pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan Information & Communication Technology (ICT) yang dapat diakses masyarakat, khususnya para pelajar di seluruh wilayah Indonesia.  Telkom juga menyambut baik berbagai program yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat, khususnya terkait wawasan nusantara untuk menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta tanah air, seperti SMN ini,” tegas David.

Sebagai informasi, Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang digagas oleh Kementerian BUMN merupakan perwujudan nyata dari BUMN Hadir untuk Negeri yang tahun ini diikuti oleh 852 siswa SMA berprestasi, 68 Guru Teladan dan 68 Guru Pendamping dari 34 provinsi di Indonesia.

Program ini pertama kali digelar pada tahun 2015. Para siswa dari berbagai Provinsi bisa mengunjungi dan mengenal lebih dekat provinsi lainnya.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan rasa kebangsaan sejak dini, sekaligus mendorong generasi muda mengenal lebih jauh kekayaan nusantara sebagai bekal bersaing di pasar global.

Diharapkan seluruh siswa yang terpilih menjadi duta program ini,  tidak hanya mampu menyerap apa yang mereka lihat dan rasakan di tempat tujuan, tetapi lebih dari itu dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk turut berkontribusi memajukan bangsa serta merawat keberagaman Indonesia.(*)

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau