Advertorial

Sido Muncul Beri Bantuan bagi Korban Gempa Lombok

Kompas.com - 12/08/2018, 22:22 WIB

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada beberapa waktu lalu membuat Indonesia kembali berduka. Bencana ini pun menelan ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka berat.

Masyarakat dari seluruh Indonesia pun memiliki inisiatif tinggi dengan cepat memberikan bantuan untuk para korban. Mulai dari bantuan berupa uang, makanan, obat-obatan, hingga pakaian dikumpulkan oleh beberapa komunitas untuk segera dikirimkan ke para korban.

Demikian juga dilakukan oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk yang memberikan bantuan senilai Rp 210 juta bagi korban gempa yang mengalami patah tulang. Bantuan tersebut diserahkan kepada Tim Medis dari Indonesian Orthopaedic Association yang akan mengirimkan langsung ke lokasi bencana.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada President of Indonesian Orthopaedic Association Zairin Noor di Kantor Perkumpulan Ahli Bedah Orthopaedic Indonesia (PABOI), Jakarta Pusat,  pada Jumat (10/8/2018).

“Saya turut prihatin terhadap peristiwa gempa bumi yang melanda masyarakat di Lombok. Kami memberangkatkan tim medias dari Indonesian Orthopaedic Association untuk menangani korban-korban yang mengalami patah tulang,” ujar Irwan.

Berkaca pada bencana gempa bumi di Jogja pada tahun 2006, peralatan medis dan tenaga ortopedi sangat dibutuhkan, maka kali ini Sido Muncul juga membantu dalam bentuk alat-alat medis, berupa peralatan operasi, baju operasi, kursi roda, obat-obatan, dan juga implan.

“Saya berterima kasih kepada Sido Muncul yang telah memberikan bantuan kepada para korban gempa di Lombok. Sido Muncul memberikan bantuan berupa alat-alat medis, seperti baju operasi sekali pakai, implant yang akan dipasangkan ke dalam tubuh korban yang mengalami patah tulang, dan alat-alat medis lainnya,” ujar Zairin Noor. 

-- -

Tenaga medis, yaitu dokter ortopedi yang tergabung dalam PABOI pun sudah terjun langsung ke lokasi. Dari 900 anggota PABOI, sebanyak 61 dokter telah mengobati dan mengoperasi korban yang hingga kini masih terus ada. Para dokter tersebut berasal dari seluruh Indonesia.

“Saya berharap, para korban bisa segera pulih dan tidak ada gempa susulan lainnya. Saya juga pasti akan ke lokasi bencana jika kondisi sudah lebih baik,” tutup Irwan. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau