Kilas

Wali Kota Hendi Ingin Paskibraka Punya 3 Hal Ini

Kompas.com - 14/08/2018, 21:52 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) harus punya rasa persatuan dan kesatuan, semangat juah pantang menyerah, dan kerja keras.

Hal ini dikatakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, saat mengukuhkan 27 Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 Kota Semarang pada tanggal 17 Agustus 2018.

“Tiga kata kunci ini harus ada di dalam diri adik-adik. Tanpa kekompakan dari para anggota Paskibraka maka mustahil acara pengibaran bendera tanggal 17 Agustus nanti bisa sukses. Tanpa semangat juang, tanpa kerja keras juga akan mustahil untuk sukses,” kata Wali Kota yang akrab dipanggil Hendi itu, di Kompleks Balaikota Semarang, Selasa (14/8/2018).

Tak cuma itu, lanjut Hendi,  dia juga berharap kepada Para Paskibraka agar menjadi contoh dan teladan bagi pelajar lainnya. Penyebabnya karena mereka bisa melewati proses rekruitmen, seleksi yang ketar serta pelatihan selama 21 hari sebelum dikukuhkan resmi menjadi Paskibraka Tingkat Kota Semarang. 

(BACA JUGA: Mendagri Ingin Kota Semarang Tingkatkan Pencegahan Korupsi)

“Perjuangan luar biasa adik-adik ini bisa jadi teladan buat siswa-siswi yang lain. Karena walau kompetisinya ketat, mereka bisa membuktikan untuk tidak tergoda sama sekali dengan narkoba, tawuran, seks bebas. Dan dengan menjadi  Paskibraka mereka mencontohkan hal-hal positif dan mudah-mudahan ini ditiru,” tutur Wali Kota Semarang itu. 

Sebagai informasi, 27 Paskibraka tersebut merupakan pelajar SMU/SMK dan sederajat se-Kota Semarang. Dari jumlah itu sebanyak 15 Paskibraka adalah siswa putera dan sisanya pelajar puteri. 

Mereka terpilih setelah berhasil menyisihkan ratusan peserta lainnya. Atas terpilihnya mereka, Hendi pun tak lupa mengucapkan selamat kepada  jajaran anggota Paskibraka Kota Semarang tahun 2018 beserta para pendukung dan pelatihnya. 

"Insya Allah, setelah melewati proses seleksi yang cukup lama dan melelahkan sebentar lagi dalam hitungan detik adik-adik akan menjadi anak muda Kota Semarang yang terpilih mengibarkan bendera pada saat peringatan HUT RI ke 73 di Kota Semarang” ucap Hendi.

(BACA JUGA: Hendrar: Kirab Cheng Ho Ikon Kerukunan Beragama Kota Semarang)

Tak cuma itu, Wali Kota Semarang ini kemudian berpesan kepada semua Warga Indonesia untuk berpikir mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan. Ini perlu karena kemerdekaan yang telah diraih Republik Indonesia bukan sebuah proses sederhana. 

Namun, membutuhkan pengorbanan jiwa raga, bahkan kadang-kadang harus berpisah dengan keluarga dan kehilangan materi. Maka dari itu, sudah sepantasnya sebagai Warga Indonesia untuk berpikir mengisi pembangunan di alam kemerdekaan.

"Kemerdekaan sekarang ini adalah buah dari kerja keras para pahlawan melalui pengorbanan jiwa dan raga mereka,” pungkasnya.

Selain Walikota, dalam pengukuhan 27 Paskibraka itu hadir pula Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang, Gurun Risyadmoko. Dia hadir untuk membacakan kode kehormatan Paskibraka Dharma Mulya Putra Indonesia dan pengantar pengukuhan, sebelum dilanjutkan pemasangan kendit dan lencana merah putih oleh Wali Kota.

Baca tentang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau