Advertorial

Pengujian EPES UI Buktikan AC LG Ini Lebih Hemat Listrik Hingga 62 Persen

Kompas.com - 15/08/2018, 11:44 WIB
- -

Kini, pendingin ruangan atau air conditioner (AC) merupakan alat elektronik yang wajib ada di setiap hunian atau gedung perkantoran. Udara yang panas di luar ruangan menyebabkan AC sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun, bagaimana jika Anda memiliki ruangan yang ada cukup luas dan rasanya satu unit AC dengan kuat pendingin kecil tak mampu mendinginkan ruangan. Otomatis Anda membutuhkan beberapa unit AC untuk memberikan kesejukan pada ruangan tersebut.

Dengan demikian, biaya listrik pun membengkak setiap bulannya. Selain itu, dengan penggunaan energi listrik yang tinggi tentu menyebabkan pemanasan global yang akan menambah udara panas di bumi. Oleh sebab itu, sudah semestinya kita memilih AC yang hemat energi.

Inverter merupakan salah satu  teknologi AC untuk penghematan energi. Teknologi ini memungkinkan AC bekerja sesuai dengan kebutuhan. Jadi, jika di dalam satu ruangan tidak ada orangnya, kompresor tetap mempertahankan suhu ruangan tanpa harus mematikan daya. Begitu pula saat beberapa orang berada di dalam ruangan, kompresor akan menyesuaikan kebutuhan suhu agar tetap merasa nyaman.

LG Electronics sebagai salah satu produsen elektronik di Indonesia memiliki teknologi inverter di hampir seluruh produknya, salah satunya AC. Sebagai produsen AC dengan teknologi inverter, LG memiliki AC terbaru sebagai solusi bagi hunian besar dan ruang usaha yang termasuk dalam kategori Single Commercial Air Conditioing (SCAC).  Dua produk diperkenalkan LG dalam kategori Floor Standing & Ceiling Cassette.

 “Kontribusi LG terlihat dari meluasnya teknologi inverter. LG tak hanya menyediakan untuk hunian, tetapi meluas pada koleksi baru Single Commercial Air Conditioing (SCAC). Koleksi ini didedikasikan untuk hunian besar dan perkantoran. Melalui ini, LG menguatkan visinya sebagai pabrikan yang mampu menjadi solusi tepat untuk pendingin ruangan yang hemat energi bagi konsumen Indonesia,” ujar President Director LG Electronics Indonesia Seungmin Park saat menghadiri acara LG SAC UI Certification, Selasa (14/08/2018) di Jakarta.

AC kategori ini memiliki varian kapasitas pendinginan lebih besar yaitu 4PK dan 5PK.  Faktor inilah yang membuatnya dikatakan menjadi solusi tepat bagi hunian besar hingga ruang usaha pada kategori Small Office Home Office.

Demi membuktikan kepada masyarakat, LG bahkan melakukan pengujian tingkat konsumsi listrik di lembaga Electric Power and Energy Studies (EPES) pada Universitas Indonesia. Dalam kolaborasi dengan EPES UI yang dikenal luas dengan kredibilitasnya dalam berbagai studi, LG inverter telah melewati berbagai tes untuk meyakinkan teknologi LG inverter benar-benar menghemat energi.

Hasil dari tes ini terbukti bahwa teknologi inverter mampu menghemat energi sebanyak 62 persen untuk AC Floor Standing dan 50 persen untuk AC Ceiling Cassette. Periset EPES-UI membagi tiap kondisi temperatur ini ke dalam tiga beban pendinginan.

Hal ini dibuat untuk semakin mendekati gambaran penggunaan nyata dengan perubahan kondisi suhu lingkungan sekitar sepanjang hari. Pengukuran beban pendinginan 20 persen mewakili suhu sekitar cenderung sejuk seperti di malam hari, 50 persen saat cuaca normal cenderung panas hingga beban pendinginan 100 persen yang mewakili saat AC bekerja pada cuaca terik.

“Dari berbagai pengujian inilah kami mendapatkan hasil Single Commercial Air Conditioning LG dengan kompresor inverter mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dibanding produk sejenis tanpa teknologi inverter,” ujar Iwa Garniwa, selaku Head Of EPES-UI.

- -

Dengan sertifikasi yang didapat dari tim EPES UI tersebut, LG berharap agar konsumen akan lebih percaya dalam menggunakan produk LG SCAC Inverter dan lebih merasakan keuntungan seperti yang dijanjikan.

“Pada akhirnya, diharapkan bahwa hal ini menarik banyak konsumen untuk menggunakan teknologi inverter sehingga mendukung Indonesia yg lebih hijau,” tambah Seungmin Park.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk menghemat energi untuk menjaga lingkungan. Perwakilan pemerintah, yaitu Hariyanto selaku Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Republik Indonesia pun menjadi keynote speaker dalam acara tersebut.

“Kami sangat mendukung upaya memproduksi pendingin dengan teknologi inverter. Di Indonesia saat ini teknologi AC dengan inverter di pasaran menurut data baru sejumlah 9 persen. Selebihnya belum. Teknologi ini salah satu teknologi untuk menghemat energi di AC,”ujar Hariyanto.

Menurutnya, masyarakat Indonesia masih memilih AC dengan harga lebih rendah tetapi tidak memiliki teknologi inverter. Padahal hal ini membuat biaya listrik tiap bulannya tinggi. Oleh sebab itu, penggunaan AC Inverter di Indonesia masih belum meluas.

Sertifikasi yang didapatkan ini menjadi salah satu pencapaian istimewa untuk bisnis AC di Indonesia. Bagi LG, hal ni akan menjadi cara untuk menjaga konservasi energi. “Adanya penghargaan ini akan menjadi cara bagi LG Electronics membantu negara untuk mengurangi konsumsi energi,” kata James Lee, Senior Vice President Air Solution Sales & Marketing Group LG Electronics Indonesia.

Tak hanya itu, dengan adanya sertifikasi ini dapat menyadarkan masyarakat Indonesia mengenai penghematan energi.  LG Electronics akan terus berupaya untuk memproduksi berbagai elektronik dengan teknologi inverter yang nantinya akan membantu pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan. (Adv)