Advertorial

Semakin Diperhitungkan, Balkondes AP II Menjadi Jujukan Kongres ICW Ke-28

Kompas.com - 18/08/2018, 20:20 WIB

MAGELANG – Tidak salah Borobudur menjadi salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Borobudur juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Seperti lewat Balai Ekonomi Desa (Balkondes) PT Angkasa Pura II di Desa Tegal Arum Borobudur.

Balkondes sangat diperhitungkan. Bahkan dipercaya untuk menerima tamu-tamu kenegaraan. Balkondes ditunjuk sebagai lokasi International Council of Woman (ICW) ke-28. Yaitu pada 6-12 September 2018.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Balkondes sudah memperlihatkan eksistensinya.

"Balkondes makin menampakkan tajinya. Bukan saja sebagai tempat kegiatan tetapi juga sebagai penginapan para peserta ICW ke-28. Kongres akan diikuti 1.000 peserta dan sebanyak 300 orang diantaranya merupakan delegasi dari 70 negara anggota PBB," ujar Menteri Arief Yahya, Jumat (17/8).

Dipilihnya Balkondes bukan tanpa alasan. Balkondes merupakan binaan dari BUMN. Namun, pengelolaan atau pemberdayaanya diserahkan pada masyarakat desa. Tujuannya untuk meningkatkan ekonomi desa.

"Role model, pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan potensi masyarakat. Ini yang akan kita tunjukan kepada mereka. Semoga bisa menjadi role model di Indonesia dan dunia," harap Menpar.

Kegiatan yang rencananya dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo itu juga sangat strategis. Karena, akan  menunjukkan potensi lain dari pariwisata Borobudur.

Sebagai salah satu World Cultural Masterpiece, nama Candi Borobudur telah mendunia. Atraksinya sudah tidak diragukan. Candi Borobudur selalu menjadi pilihan utama wisatawan dunia.

Candi Borobudur pun telah ditetapkan sebagai satu dari 10 Bali Baru. Pengembangan potensi pariwisata Borobudur juga dikebut sebagai 1 dari 4 Destinasi Super Prioritas yang sedang dikembangkan.

"Balkondes ini merupakan salah satu cerminan dari konsep Indonesia Incorporated dalam membangun pariwisata Indonesia. Dimana keterlibatan BUMN secara aktif terlibat didalamnya. Saat ini kawasan ini juga sedang disentuh oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) yang sedang mengembangkan kawasan itu sebagai destinasi yang lengkap," terang Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Terpisah Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, sebagai bagian dari BUMN, AP II kini hadir dalam Pembangunan Balkondes Tegal Arum. Fokus utamanya adalah mengangkat potensi ekonomi di daerah dari pariwisata.

"Dan tentunya kami mengajak warga sekitar untuk turut berperan aktif dalam proses pelaksanaannya. Oleh karena itu mari kita satukan langkah dan tekad sehingga pariwisata Kawasan Candi Borobudur lebih cepat berkembang lagi. Yang pada akhirnya memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar melalui kepariwisataan," ujar Awaluddin.

Mengusung tema Saka Pitu yang berarti tujuh pilar, Balkondes Tegal Arum memiliki 7 bangunan utama di atas lahan seluas 6.500 meter persegi. Bangunan tersebut difungsikan sebagai penginapan dengan jumlah minimal 10 kamar pada masing-masing penginapan.

Disamping itu lokasi Balkondes Tegal Arum juga sangat strategis. Lokasinya berada pada jalur perlintasan utama menuju Candi Borobudur. Sehingga Balkondes juga diperuntukkan sebagai lokasi rest area yang dilengkapi dengan kamar mandi serta area parkir kendaraan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau