Advertorial

Terus Tingkatkan Pelayanan, Kereta Api Iringi Kemajuan Bangsa

Kompas.com - 20/08/2018, 11:01 WIB

Naik kereta api, tut tut tut…
Siapa hendak turut
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma….

Penggalan lirik lagu di atas mungkin merupakan awal kita mengenal kereta api. Benar saja, lagu ciptaan Ibu Sud ini selalu menceriakan masa kecil masyarakat Indonesia.

Berbicara mengenai kereta api, sebagai BUMN operator kereta api PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengantarkan masyarakat ke era pelayanan kereta api yang kian mumpuni. KAI terus berupaya untuk memberikan nilai dan manfaat bagi Indonesia.

Di usia bangsa ke-73 tahun ini, KAI telah mengembangkan teknologi, jasa, dan peningkatan kualitas SDM guna memberikan pelayanan yang tak hanya prima tapi juga memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan negeri.

“Hal ini yang disadari KAI sehingga berbagai peningkatan pelayanan dilakukan di seluruh lini. Baik angkutan penumpang, barang, maupun aset serta bisnis yang dikelola anak usaha bisa terus sustain, dan memberikan nilai tambah yang besar bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Lalu apa saja pelayanan apa saja yang dikembangkan dan ditingkatkan KAI dalam beberapa tahun terakhir ini? Simak ulasan berikut.

2014
KAI menghadirkan aplikasi KAI Access dan mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM). KAI Access merupakan aplikasi resmi yang dapat diakses di berbagai platform smartphone yang memudahkan calon penumpang untuk membeli tiket kereta api secara daring tanpa harus mengantre di loket stasiun. Sedangkan mesin CTM merupakan fasilitas di stasiun untuk memudahkan penumpang yang telah membeli tiket secara daring untuk mencetak tiketnya sendiri tanpa harus melalui loket.

2015
KAI mewujudkan integrasi antarmoda dalam bidang angkutan barang dengan menghadirkan layanan KA Barang ke Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Selain itu, pada tahun ini juga, KAI meluncurkan Rail Clinic yang juga dianugerahi rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia.

Rail Clinic merupakan wujud kepedulian sosial sebagian bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) KAI. Rail Clinic menyediakan bantuan kesehatan secara gratis kepada masyarakat yang sulit menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Hingga saat ini, KAI sudah meluncurkan Rail Clinic generasi ke-4.

2016
KAI memberlakukan sistem check-in dan boarding pass di stasiun-stasiun keberangkatan KA. Sistem ini berfungsi untuk mengakurasi manifest penumpang serta membuat pengaturan penumpang lebih tertata dan tertib. Sistem ini pun membuat penumpang lebih nyaman karena hanya penumpang bertiket yang datanya telah sesuai dengan jadwal 1 jam sebelum keberangkatan yang diperbolehkan boarding dan masuk ke peron.

2017
KAI meluncurkan Kereta Ekonomi Premium. Rangkaian ini terdiri atas delapan kereta dengan kapasitas masing-masing 80 tempat duduk dan dua unit kereta premium untuk penumpang difabel, berkapasitas 64 tempat duduk di tiap kereta, sehingga kapasitas dalam setiap satu kali perjalanan adalah 768 kursi. Selain itu, tempat duduknya sudah reclining, tersedia 4 TV di tiap kereta, dan interior kereta makan dengan desain mini bar.

Pada tahun ini juga KAI mengoperasikan Rail Library atau kereta pustaka. Rail Library ini dirangkaikan dengan Rail Clinic generasi ke-4 dan merupakan bagian dari CSR KAI. Selain ratusan buku, kereta ini juga dilengkapi dengan fasilitas belajar lain. Beberapa di antaranya adalah televisi untuk menyaksikan video edukasi, serta 6 unit komputer dengan layar sentuh yang terkoneksi dengan internet.

Selain itu, pada 2 Oktober 2017 KAI telah menghadirkan e-boarding pass pada aplikasi KAI Access versi terbaru. E-boarding pass merupakan fasilitas yang dapat digunakan jika penumpang membeli tiket melalui aplikasi KAI Access. E-boarding pass akan muncul 2 jam sebelum keberangkatan dan memudahkan penumpang sehingga tidak perlu mengantre lagi di check-in counter. Penumpang dapat langsung menuju boarding gate dan menunjukkan barcode e-boarding pass pada aplikasi KAI Access di gadget saja. Pada tahun 2017, KAI berhasil mengangkut 394,2 juta penumpang.

2018
Catatan sejarah baru ditorehkan oleh KAI. Di pembukaan tahun ini, KAI mengoperasikan kereta api bandara pertama di Pulau Jawa bertajuk KA Bandara Soekarno-Hatta. Kereta ini awalnya menghubungkan Stasiun BNI City dan Basoetta. Namun, kini kereta ini sudah mengangkut penumpang yang ingin mengakses Basoetta dari Stasiun Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian, pada April 2018, KAI pun berhasil mengoperasikan kereta bandara kedua di Pulau Sumatera yakni KA Bandara Minangkabau bertajuk Minangkabau Ekspress. Kereta ini menghubungkan Stasiun Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau. Disusul dengan pengoperasian LRT pertama di Indonesia yakni LRT Sumatera Selatan pada awal Agustus 2018. LRT dengan teknologi third rail ini menghubungkan Stasiun DJKA dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin. Pengoperasian LRT ini pun untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 yang salah satunya dihelat di Kota Palembang.

-- -

Tak hanya menuntaskan penugasan prioritas nasional, KAI pun tetap konsisten menghadirkan peningkatan layanannya. Misalnya saja rangkaian KA baru stainless steel dengan berbagai fasilitas yang di-upgrade, kereta sleeper seat yang memanjakan penumpang dengan layanan yang berkelas, dan kereta priority perorangan.

Di sisi angkutan barang, KAI baru-baru ini telah menghadirkan layanan KA Angkutan Limbah. Ini merupakan KA Angkutan Limbah yang pertama di Indonesia. KAI juga telah menghadirkan portal angkutan barang yakni https://cargo.kai.id/ untuk meningkatkan kemudahan layanan angkutan barang yang menjadi salah satu media dalam memberikan informasi dan gambaran angkutan barang KAI.

Berbagai peningkatan kinerja itu pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya yang baru-baru ini diterima KAI dari ajang internasional. Pada 20 Juli 2018, Contact Center World 2018 memberikan 6 penghargaan kepada KAI, salah satu kategorinya yaitu Best Use of Self-Service Technology in APAC 2018.

Hasil kerja dan pencapaian KAI merupakan prestasi bagi bangsa. Kepuasan pengguna jasa KA sebagai bagian dari masyarakat Indonesia merupakan apresiasi yang terbesar. KAI terus bersemangat berkomiten membangun negeri dengan integritas dan dedikasi. (Adv)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau